<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Familial Social Support and Psychological Well-being among Indonesian University Students</article-title>
        <subtitle>Dukungan Sosial Keluarga dan Kesejahteraan Psikologis di Kalangan Mahasiswa Indonesia</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-425b483480b8122b64d876a146048306" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <given-names>widiyastuti</given-names>
          </name>
          <email>wiwid@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-8283d84cb85c8d244df1bff7e8723316" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hardita</surname>
            <given-names>Kusumaningrum</given-names>
          </name>
          <email>hardita98@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-05-04">
          <day>04</day>
          <month>05</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="paragraph-df2f35d9a1b2c40875967bb42e4b7b69">This study investigates the relationship between familial social support and psychological well-being among students at the University of Muhammadiyah Sidoarjo. Despite the significance of social support in enhancing well-being, gaps persist in understanding its impact on university students. The aim is to address this gap by examining the correlation between family social support and psychological well-being among students. Using a quantitative research approach, data were collected from 263 active students through nonprobability sampling. Analysis involved Pearson product-moment correlation with SPSS 25. Findings revealed a significant positive correlation (p = 0.019), indicating that higher familial support enhances psychological well-being. The study also yielded an R-squared value of 0.021, suggesting that 2.1% of psychological well-being variance is attributed to social support. Most students exhibited moderate levels of familial social support (51.3%) and psychological well-being (61.6%). Implications include the importance of family support in promoting students' well-being, highlighting the need for interventions to strengthen familial bonds and support systems to enhance student mental health and academic performance.</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="">
        <kwd content-type="">familial social support; psychological well-being; university students; correlation analysis; intervention implications.</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <p id="paragraph-a11c6eab1732ada1f7cff8456b4fe7cf" />
    <sec id="sec-1">
      <title>
        <bold id="_bold-12">I. PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-16">Mahasiswa adalah seseorang yang sedang belajar dan terdaftar di salah satu jenis perguruan tinggi, baik skolastik, politeknik, sekolah menengah, yayasan, dan perguruan tinggi [1]. Mahasiswa dapat dinilai memiliki tingkat wawasan, pengetahuan dalam berpikir, dan penataan dalam kehidupan nyata yang tidak dapat disangkal. Umumnya, mahasiswa berusia antara 18 hingga 25 tahun, berada di peralihan dari masa remaja ke masa dewasa awal. Masa dewasa awal adalah masa pencarian, pengungkapan, fondasi dan masa konsep, atau masa yang sarat dengan isu dan tekanan antusias, masa pemisahan sosial, masa tanggung jawab, dan masa ketergantungan, perubahan nilai, daya cipta, dan penyesuaian diri pada cara hidup yang baru [2].</p>
      <p id="_paragraph-17">[3] menyebut mahasiswa sebagai individu di masa dewasa memiliki keadaan yang mengkhawatirkan. Mahasiswa sering dianggap sebagai seorang yang sudah dewasa pribadinya, dan mulai menghadapi pekerjaan dan kewajiban yang semakin besar. Dimana mereka diharapkan untuk sudah mulai memisahkan diri dari ketergantungan pada orang lain, terutama dari wali, baik secara finansial, humanistik, maupun mental. Mereka akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri lagi, setiap pekerjaan akan dilakukan agar tidak bergantung pada orang lain. Hal ini menyebabkan mereka sering terjebak dalam suasana canggung, yang juga didorong oleh berbagai tekanan dan sensai kesusahan seperti hubungan antara iklim lapangan dan guru yang tidak membumi, hubungan antara teman yang tidak cukup dekat, perasaan yang tidak menguntungkan dalam melihat kehidupan selanjutnya, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut umumnya disinggung sebagai kesejahteraan psikologis (<italic id="_italic-29">psychological well-being</italic>) [4].</p>
      <p id="_paragraph-18">Menurut Ryff dalam [5], <italic id="_italic-30">psychological well-being</italic> adalah sebuah istilah yang dapat digunakan untuk menggambarkan individu sesuai dengan pemenuhan kriteria fungsi psikologi positif. Kesejahteraan psikologis adalah evaluasi hidup seseorang yang dapat menerima, puas, dan bahagia dengan aspek kehidupan yang baik dan buruk. Orang dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi menunjukkan sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain, membuat keputusan mandiri, mengembangkan potensi, mengendalikan dan memanfaatkan lingkungan sesuai dengan kebutuhannya, serta memiliki tujuan hidup yang ingin dicapai [6]. Selanjutnya, dalam [7], <italic id="_italic-31">psychological well-being</italic> terdiri dari indikator otonomi (<italic id="_italic-32">autonomy</italic>), penguasaan lingkungan (<italic id="_italic-33">enviromental maste</italic>ry), pertumbuhan diri (<italic id="_italic-34">personal growth</italic>), hubungan positif dengan orang lain (<italic id="_italic-35">positive relations with other</italic>), memiliki tujuan hidup (<italic id="_italic-36">purpose in life</italic>), dan penerimaan diri (<italic id="_italic-37">self acceptance</italic>).</p>
      <p id="_paragraph-19">Studi yang dilakukan oleh [8], menunjukkan mahasiswa cenderung memiliki <italic id="_italic-38">psychological well-being</italic> yang rendah. Hal ini disebabkan karena mahasiswa cenderung memiliki perasaan mudah khawatir dalam mengemukakan sesuatu, pemalu, penakut, mudah bingung, sering menghadapi keraguan karena tidak memiliki pilihan untuk mengukur asumsi dari wali, secara teratur berkeliaran di dunia fantasi, memiliki kepercayaan diri yang rendah, dan kurang terbuka untuk orang lain. [6] mendapat hasil penilitian yang serupa, dimana sebagian besar mahasiswa (51%) memiliki <italic id="_italic-39">psychological well-being </italic>yang rendah. Utamanya pada semester awal, dimana mereka masih dalam tahap beradaptasi dengan lingkungan kampus. Fenomena yang sama penulis amati terjadi juga pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang kemungkinan disebabkan oleh kurangnya dukungan sosial yang berasal dari keluarga (<italic id="_italic-40">familial social support</italic>).</p>
      <p id="_paragraph-20">Dukungan sosial adalah usaha untuk memberikan bantuan pada individu yang bertujuan dalam peningkatan kesehatan mental yang berkualitas dan menumbuhkan kepercayaan diri [1]. Menurut [9], dukungan sosial terdiri dari indikator kelekatan (<italic id="_italic-41">attachment</italic>), integrasi sosial (<italic id="_italic-42">social integration</italic>), penghargaan (<italic id="_italic-43">reassurance of worth</italic>), hubungan yang dapat diandalkan (<italic id="_italic-44">reliable alience</italic>), bimbingan (g<italic id="_italic-45">udance</italic>), dan kesempatan untuk menolong (<italic id="_italic-46">oportunity for naturance</italic>). Salah satu kelompok sosial yang dapat memberikan dukungan sosial adalah keluarga. Keluarga merupakan kelompok sosial yang memiliki karakteristik tinggal bersama, terdapat kerja sama ekonomi, dan terjadi proses reproduksi. Keluarga sebagai konsep yang bersifat multidimensi. Lebih lanjut, [1] menjelaskan bahwa terdapat tiga tipe keluarga yakni keluarga inti (<italic id="_italic-47">nuclear family</italic>), keluarga poligami (<italic id="_italic-48">polygamous family</italic>), dan keluarga batih (<italic id="_italic-49">extended family</italic>). Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial keluarga, adalah dukungan yang diberikan oleh orang terdekat, yakni keluarga [10]. Berdasarkan kemampuan keluarga untuk memberikan dukungan sosial kepada mahasiswa yang memiliki kerentanan untuk mendapat <italic id="_italic-50">psychological wellbeing </italic>yang rendah, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan hubungan antara dukungan sosial keluarga pada <italic id="_italic-51">psychological well-being</italic> mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="_paragraph-21">
        <bold id="_bold-13">II. METODE PENELITIAN</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-22">Pada kajian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Menurut [11] dan [12], penelitian kuantitatif merupakan penelitian angka, di mana data penelitian berwujud angka atau bilangan dan dianalisis dengan statistik sehingga dapat menjawab hipotesis. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel. Yakni variabel X dan variabel Y. Variabel X, adalah dukungan sosial keluarga. Sedangkan variabel Y, adalah <italic id="_italic-52">psychological well-being</italic>. Dalam penelitian ini, peneliti, menggunakan populasi sebanyak 10.774, yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dengan menggunakan sampel sebanyak 263 mahasiswa.</p>
      <p id="_paragraph-23">Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik <italic id="_italic-53">nonprobability sampling</italic>, yaitu teknik pengambilan sampel, dimana tidak memberi peluang yang sama bagi setiap populasi. Adapun teknik yang digunakan adalah <italic id="_italic-54">incidental sampling</italic>, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Sehingga sampel yang digunakan yaitu siapapun mahasiwa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang kebetulan bertemu dengan peneliti. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa <italic id="_italic-55">skala likert</italic>. Menurut [13], skala <italic id="_italic-56">likert</italic> dimanfaatkan dalam pengukuran perilaku, argumen dan penilaian individu pada fenomena sosial.</p>
      <p id="_paragraph-24">Skala <italic id="_italic-57">likert</italic> berisi tentang pertanyaan perilaku yang terdiri dari pernyataan <italic id="_italic-58">favorable</italic> (pertanyaan pendukung objek perilaku yang akan diuji) serta pernyataan <italic id="_italic-59">unfavorable</italic> (pernyataan negatif yang berlawanan dengan objek periaku yang akan diuji). Dalam skala <italic id="_italic-60">likert</italic> ini terdri dari empat pilihan jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), atau sangat. tidak. setuju. (STS). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan instrumen penelitian berupa ukuran dukungan sosial dan <italic id="_italic-61">psychologycal well-being</italic>. Dimana, dukungan sosial keluarga, diukur dengan skala <italic id="_italic-62">social provision scale</italic>, dengan aspek-aspek kelekatan emosional (<italic id="_italic-63">emotional attachment</italic>), integrasi sosial (<italic id="_italic-64">social integration</italic>), adanya pengakuan (<italic id="_italic-65">reassurance of worth</italic>), ketergantungan yang dapat diandalkan (<italic id="_italic-66">reliable alliance</italic>), bimbingan (<italic id="_italic-67">guidance</italic>), dan kesempatan untuk mengasuh (<italic id="_italic-68">opportunity of naturance</italic>). Sedangkan <italic id="_italic-69">psychological well-being</italic>, diukur menggunakan RPWB (<italic id="_italic-70">Ryff Psychologycal Well Being</italic>), dengan aspek-aspek otonomi, penguasaan lingkungan, pertumbuhan diri, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri.</p>
      <p id="_paragraph-25">Dalam penelitian ini, penulis mengukur uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 25, dengan menggunakan sampel 263 mahasiswa. Hasil pada variabel dukungan sosial keluarga adalah, skala psikologi untuk variabel dukungan sosial pada butir ds2 mempunyai nilai <italic id="_italic-71">Corrected Item-Total Correlation</italic> sebesar &lt; 0,3; sehingga butir tersebut dinyatakan tidak valid, sedangkan butir skala dukungan sosial lainnya dinyatakan valid. Dalam penelitian ini butir yang tidak valid dikeluarkan atau dihapus, sesuai pendapat [19], sehingga skala dukungan sosial dalam penelitian ini hanya terdiri dari 23 butir pernyataan. Sedangkan skala psikologi untuk variabel <italic id="_italic-72">Psychological Well-Being</italic> pada butir pwb2, pwb17, pwb24, pwb30, pwb31, pwb41 dan pwb42 mempunyai nilai <italic id="_italic-73">Corrected Item-Total Correlation</italic> sebesar &lt; 0,3; sehingga butir tersebut dinyatakan tidak valid, sedangkan butir skala <italic id="_italic-74">Psychological Well-Being </italic>lainnya dinyatakan valid, yang terdiri dari 35 pernyataan. Pada uji reliabilitas, peneliti juga menggunakan SPSS 25 dengan sampel 263 mahasiswa. hasilnya, variabel dukungan sosial mempunyai nilai <italic id="_italic-75">cronbach’s alpha </italic>sebesar 0,923 &gt; 0,6 dan variabel <italic id="_italic-76">Psychological Well-Being</italic> mempunyai nilai <italic id="_italic-77">cronbach’s alpha </italic>sebesar 0,909 &gt; 0,6. Terkait demikian, kedua variabel dapat dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam uji selanjutnya.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>
        <bold id="_bold-14">III. HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <sec id="sec-2_1">
        <title>
          <bold id="_bold-15">A.</bold>
          <bold id="_bold-16">Hasil Penelitian </bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-26"><bold id="_bold-17">Tabel </bold><bold id="_bold-18">1</bold>.Hasil Uji Normalitas dengan <italic id="_italic-78">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</italic></p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normalitas</title>
            <p id="_paragraph-27" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ef8e4805662840d6b5a8364d6751a4a7">
                <td id="table-cell-fac82bbdb836d6237192b54cd7d4331a">Variabel</td>
                <td id="table-cell-4c9e0ca82ef3aa36d6229847d3189754">Parameter</td>
                <td id="table-cell-30f5c76492612170c5ccf2b688f3a4be">Nilai</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e2f98fb03860edc6d5091c6a1418d13e">
                <td id="table-cell-467497cb8c22b7faef530697ddd8d324">N</td>
                <td id="table-cell-cd3ab7a4f7cca7dd67222ccfa3436776">263</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-956dde68f284c01d981b6cd3c3349a9f">
                <td id="table-cell-bbf1f057a80aff2e7857e62297a182e9" rowspan="5">Normal Parameters</td>
                <td id="table-cell-6c702abc10860a313f3c6110bd912265">Mean</td>
                <td id="table-cell-87a2ff2d389f6036ce19995e059af23d">.0000000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-227c35686b2db1df2767b6be3d36f6b9">
                <td id="table-cell-ad236d6f171644bf92e63da56c9263d1">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-582c9ec348d77a51bde12df940a24682">.41529843</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-40350e3c0bff860234f67644bf96b1ea">
                <td id="table-cell-592b1fd5b570abd8d9d69cb5798cfc01" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-b6feea649255fcaa917f448934277384">Absolute</td>
                <td id="table-cell-4ad32ef44f8093c6d92708bbdd634685">.069</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-70db62e67427f155314ec3b5ac57fddd">
                <td id="table-cell-88bf23d7d964b668e141f0b611781201">Positive</td>
                <td id="table-cell-fe23c2c55113bccff769615ce99339ee">.041</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0cfb39c8ca39234ff8c62c73817163cf">
                <td id="table-cell-de1338e6ca2a46f5895d312b5c67e9c0">Negative</td>
                <td id="table-cell-330e31c1bb9ae0c8aafeda810e063759">-.069</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c8b8f956b1351f144dc74b888de37c74">
                <td id="table-cell-07f7f1968a37bdc9e5116030ebf77cd7">Test Statistic</td>
                <td id="table-cell-e7867fa5d7716f457bf69b0c22246eea">.069</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b3c3c1332ca006fea7443c9af6dfa170">
                <td id="table-cell-8dd7fa0e0600e8369bfe85173aa1ecd7">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-75d89e50e61b8cd924a256a217a497fa">.373*</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-28">*. Dikoreksi dengan <italic id="_italic-79">Lilliefors Significance</italic>.</p>
        <p id="_paragraph-29">Sumber: Hasil <italic id="_italic-80">Output</italic> SPSS, diolah (2022).</p>
        <p id="_paragraph-30">Terkait hasil yang ditunjukkan pada tabel 1, diketahui nilai signifikansi atau <italic id="_italic-81">Asymp. Sig. (2-tailed)</italic> sebesar 0,373 &gt; 0,05. Dengan demikan, dapat disimpulkan data dalam penelitian ini terdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-31"><bold id="_bold-22">Tabel </bold><bold id="_bold-23">2</bold>. Hasil uji linieritas dengan <italic id="_italic-82">analysis of variance (ANOVA)</italic></p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Linieritas</title>
            <p id="_paragraph-32" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-b864bf35648637e0b3062ab3eb708692">
                <td id="table-cell-41f9cd62535895e57cb43f45be43d15a">Variabel</td>
                <td id="table-cell-1d495a48661241ca58cdffd62ea5a179">Parameter</td>
                <td id="table-cell-e1e37341b897ed8038b827164c8886e1">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-da427c483c9dec3e1019ae61f397d676">df</td>
                <td id="table-cell-b23044284aaca21fe2094c03bab74570">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-2c08ac09cedf181f0d1067998e46e9f8">F</td>
                <td id="table-cell-3080abe8499cf6b6552f696d59ebe064">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7644b0360c835051a923e436f29317a6">
                <td id="table-cell-ca514036772f3af491800c1ab7fd78b7" rowspan="4">Psychological Well Being * Dukungan Sosial</td>
                <td id="table-cell-74eac509c98af4d160e4456b28cd7149">Between Groups</td>
                <td id="table-cell-2ba142c94e42251d89cae1c022e09e3b">6.262</td>
                <td id="table-cell-425724cf42f1886e4cd9572e6e34fa4f">32</td>
                <td id="table-cell-34910a537143f632e573fba864d6037f">.196</td>
                <td id="table-cell-cd52264392a36d4521f6f7c836c4a5a2">1.128</td>
                <td id="table-cell-ba2a11033eb4403fa2d0bb5909ca9d55">.300</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b1648d3576abd8f7f01f6dff70936b26">
                <td id="table-cell-cb2d64a509bbb149a157cb093893f91b">(Combined) Linearity</td>
                <td id="table-cell-e0674f7fe1d305562c06e8fa549d8c50">.961</td>
                <td id="table-cell-f9a6254f38818b5ac1050744dc09e4e2">1</td>
                <td id="table-cell-92acd3b6a8e4522136ad2c13a649bded">.961</td>
                <td id="table-cell-9a7f8be4b87c358ce2f20a9f33f69945">5.541</td>
                <td id="table-cell-f830fda874ead98dffa7967a094ec3a6">.019</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3d8e0d26f9c2a15af3c48b66d7e4f78b">
                <td id="table-cell-08d43d69caf1c5aea2668a0399c578ce">Deviation from Linearity</td>
                <td id="table-cell-9701d93635e1951affd7224109e4a62f">5.301</td>
                <td id="table-cell-f167ed4e68f74d2f55f3464fac411e59">31</td>
                <td id="table-cell-74495a7aedccac12b1bab3072c523275">.171</td>
                <td id="table-cell-0701e35a99e7c16c3b75ee3e5c5b0d61">.986</td>
                <td id="table-cell-cacfd9d3886cedd4be3c721bd9b7d220">.493</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f1a610f8572eeaa0b06fc93ce0cc392c">
                <td id="table-cell-5963629cdb25d197287413a107ce4e08">Within Groups</td>
                <td id="table-cell-1b220e7cf2390e544ac32c0f7e968707">39.887</td>
                <td id="table-cell-f3026a4e7cca09f0ab17f2f5e1bffd26">230</td>
                <td id="table-cell-f05fbc7a925277c7fe5dee1bb0e5f8a2">.173</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c46bfedbcd535c676bb552e41345a8ee">
                <td id="table-cell-012618f05da0d59aaa2e465d0072ba3e" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-0a6109b4070a08aec54449fac335bc85">46.149</td>
                <td id="table-cell-83494004e2e34ec9391954a5c5c966a3">262</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-33">Sumber: Hasil <italic id="_italic-83">Output</italic> SPSS, diolah (2022).</p>
        <p id="_paragraph-34">Tabel 2 menunjukkan nilai <italic id="_italic-84">Deviation from Liniearity </italic>sebesar 0,493 atau lebih dari 0,05.</p>
        <p id="_paragraph-35"><bold id="_bold-32">Tabel </bold><bold id="_bold-33">3</bold>. Hasil Uji <italic id="_italic-85">Product Moment Pearson </italic></p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Product Moment Pearson</title>
            <p id="_paragraph-36" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-61274beb5a8b08a76e88d263cee76885">
                <td id="table-cell-816d560aa5ec8c4afe80915c0a18574f">Variabel</td>
                <td id="table-cell-83709486c122e88c51191b81016ac7e8"> Correlations </td>
                <td id="table-cell-d50f1653efcc0b6eac560ee18bbd113d">Dukungan Sosial</td>
                <td id="table-cell-794820ea5d3cb9d01922398e97a80333"> Psychological Well Being </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c1496344531d2d8b2b616cb44593e99f">
                <td id="table-cell-0c0384d9558c98b51ae1ffa2e6eb0e04" rowspan="6">Dukungan Sosial </td>
                <td id="table-cell-2abd9d1d694dde22986adc52130c3641">Pearson Correlation</td>
                <td id="table-cell-ac083106bfd74e1816d9511c2348b6fe">1</td>
                <td id="table-cell-4b858f566a2bd1c0f6097d51ecb4fb46">.144*</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-057b91e26902d208d1fb305d0cbc8045">
                <td id="table-cell-b5cfd122d3cd83e4383970c49fc57df4">Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-74624e48a4aed9a8f55ed7a57fdeccf8">.019</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fc1bdbf711ccee0c0f501c975ca91829">
                <td id="table-cell-8f39a71cdcfddbe71f6b29a4907a8950">N</td>
                <td id="table-cell-78ee6cfcc39dcb69e20d10dd8a305434">263</td>
                <td id="table-cell-25136e2023a95b459fd3e0af9bc13227">263</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ae200b81c259ea7fe65e50c5c4652d67">
                <td id="table-cell-15aca435d70a359a74fef8ce1cab4320" rowspan="3"> Psychological Well Being </td>
                <td id="table-cell-b780ac5f5f66b85bdf73382599d62057">Pearson Correlation</td>
                <td id="table-cell-476a282d404308cab9c0cd37d6a0cf8b">.144*</td>
                <td id="table-cell-45eb5a50e5f45c4df8045953e2f29dfe">1</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-05dd19ee6d9a354c28fa3f371cf61367">
                <td id="table-cell-a20c4e7970aa23c26dc745f673cfb622">Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-bf2c316f816db452b6c01e6f4d538057">.019</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-26d2e54f88d1d6e898b01187863b822d">
                <td id="table-cell-1af7f06c4b90450b23d2facccb68d79f">N</td>
                <td id="table-cell-dc2a0a592d1c8af6bbec5410ddd39ca3">263</td>
                <td id="table-cell-b5d49ec2ea6cd716881e0a0c621a5eb5">263</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-37">
          <italic id="_italic-91">*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-38">Sumber: Hasil <italic id="_italic-92">Output</italic> SPSS, diolah (2022).</p>
        <p id="_paragraph-39">Tabel 3 menunjukkan nilai korelasi dukungan sosial dengan <italic id="_italic-93">Psychological Well-Being</italic> sebesar 0,144 dan masuk dalam kategori korelasi rendah. Nilai positif mengindikasikan pola hubungan antara dukungan sosial dengan <italic id="_italic-94">Psychological Well-Being</italic> searah. Sedangkan nilai signifikansi sebesar 0,019 &lt; 0,05 membuktikan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan <italic id="_italic-95">Psychological Well-Being</italic>.</p>
        <p id="_paragraph-40"><bold id="_bold-43">Tabel </bold><bold id="_bold-44">4</bold>. Hasil uji kategorisasi dukungan sosial</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Kategorisasi Dukungan Sosial</title>
            <p id="_paragraph-41" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-cbae2dd9e669610bc1852f20fe3ad1a7">
                <td id="table-cell-ae9eee4fb9041aa5dda59a6dfb286aec">Kategori</td>
                <td id="table-cell-652e6f10c36983ed4d17bda7f3c16b8e">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-87d53d09135e29872a859829fdd0cec0">Prosentase</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a8076624e4d89e03367deaef2c0812c4">
                <td id="table-cell-3661ace9c023207e7dd9bb813c07ba69">Sangat rendah</td>
                <td id="table-cell-558b8da0a4cf30157640926a24057fca">2</td>
                <td id="table-cell-7b402886295818d938a66cdd6cd86d52">0,8%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9ec8e6009bbeb90e97b5b89055bcbd2e">
                <td id="table-cell-3f14ed978f7a4e610af61aa5f1535896">Rendah</td>
                <td id="table-cell-2b1bb1bd37310b7e94c7a9fdd36630a8">33</td>
                <td id="table-cell-71da19a273f0c4c449c7aacde876350c">12,5%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4a9fa5943a0d755fc863cfb8744b8391">
                <td id="table-cell-63eba359ef0ae5a83b8ae6449eec2b1c">Sedang</td>
                <td id="table-cell-18196756ad8cbf2eac1780e5389e6d92">135</td>
                <td id="table-cell-b7a9a278fb294e395a27db1bb6f85237">51,3%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f199a93d04d45b8d4e4760a1e5971534">
                <td id="table-cell-7b08ad86994e70a8190061bb81216b12">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-d4a3843d7534206aafe398e0b068f4a8">80</td>
                <td id="table-cell-18b095d37359ca8bd6660af8a5635837">30,4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5444e220de9177fc2d30b37b122323f8">
                <td id="table-cell-5093d137e7e9502f6b3e8e8027294362">Sangat tinggi</td>
                <td id="table-cell-f5fa5be0ddb25c674f8441d995f3da63">13</td>
                <td id="table-cell-25f478b913486a233540db409e9ae200">4,9%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-42">Tabel 4 menunjukkan bahwa mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki dukungan sosial kategori sangat rendah hanya berjumlah 2 orang dengan prosentase 0,8%, sedangkan mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki dukungan sosial kategori rendah berjumlah 33 orang dengan prosentase 12,5%. Sementara itu, mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki dukungan sosial kategori sedang berjumlah 135 orang dengan prosentase 51,3%, mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki dukungan sosial kategori tinggi berjumlah 80 orang dengan prosentase 30,4%, dan mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki dukungan sosial kategori sangat tinggi berjumlah 13 orang dengan prosentase 4,9%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki dukungan sosial dalam kategori sedang yaitu 51,3%. Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki <italic id="_italic-96">Psychological Well-Being</italic> kategori sangat rendah hanya berjumlah 5 orang dengan prosentase 1,9%, sedangkan mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki <italic id="_italic-97">Psychological Well-Being</italic> kategori rendah berjumlah 38 orang dengan prosentase 14,4%.</p>
        <p id="_paragraph-43"><bold id="_bold-48">Tabel </bold><bold id="_bold-49">5</bold>. Hasil uji kategorisasi <italic id="_italic-98">psychological well being</italic></p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Hasil uji kategorisasi <italic id="italic-72db63e0348d92e069e22a33609b0e97">psychological well being</italic></title>
            <p id="_paragraph-44" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-df2b5e43c39b40dfc304c7f0ef027e97">
                <td id="table-cell-41209d0f7cf5303dd5fd46348aabdcb0">Kategori</td>
                <td id="table-cell-4324a7ba014b686bfc3a48c3640a9b68">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-9baceb32cca59ec346924473119d92bf">Prosentase</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c9e9759f0effb861f5b1652b3557d8fa">
                <td id="table-cell-932eb32858566ec36e7abf85c1905886">Sangat rendah</td>
                <td id="table-cell-0731551646aca906baff2a3ae2c54349">5</td>
                <td id="table-cell-027bed0e8677e9a31882f7524c08b025">1,9%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8a66e77813e0df267867227e4b2999b3">
                <td id="table-cell-da2b7a9339b575eb881ecf2c63634474">Rendah</td>
                <td id="table-cell-afa244324b9afb13efdf71952db2e581">38</td>
                <td id="table-cell-980efa61414f2a649cf277e46a79b36c">14,4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-45c528b6e2dc79a43528bc38cd4cf1bd">
                <td id="table-cell-47bc0b4740ce7fdba21d776f1488ca18">Sedang</td>
                <td id="table-cell-acaf4439b587645b1160d161dbfbb2d1">162</td>
                <td id="table-cell-29177aeb7801d30392f9adfcc6bfc88d">61,6%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-179043f46b614414f678960fb60961e2">
                <td id="table-cell-e32a66d13e26b886992ee6efd30350af">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-b40b3aded83c53b72d4287d9dbe388b3">55</td>
                <td id="table-cell-bdcc3f166cf75f5bb6ebd43fd7b36992">20,9%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-844df0c259948ac40b7ff8cf5379fb6e">
                <td id="table-cell-51d8366461358a259e433373250e2ac2">Sangat tinggi</td>
                <td id="table-cell-e47c121cb2a15ee5f0ff76d14dbc9b24">3</td>
                <td id="table-cell-1ce590e7db5477dd9616396adc735d11">1,1%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-45">Sementara itu, pada tabel 5 mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki <italic id="_italic-99">Psychological Well</italic><italic id="_italic-100">Being</italic> kategori sedang berjumlah 162 orang dengan prosentase 61,6%, mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki <italic id="_italic-101">Psychological Well-Being</italic> kategori tinggi berjumlah 55 orang dengan prosentase 20,9% dan mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki <italic id="_italic-102">Psychological WellBeing</italic> kategori sangat tinggi berjumlah 3 orang dengan prosentase 1,1%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki <italic id="_italic-103">Psychological Well-Being</italic> kategori sedang yaitu 61,6%.</p>
        <sec id="sec-2_1_1">
          <title>
            <bold id="_bold-53">
              <italic id="_italic-104">B. </italic>
            </bold>
            <italic id="_italic-105">
              <bold id="_bold-54">Pembahasan </bold>
            </italic>
          </title>
          <p id="_paragraph-46">Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara dukungan sosial keluarga terhadap <italic id="_italic-106">psychological well being </italic>pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,019 &lt; 0,05 mmebuktikan hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan <italic id="_italic-107">Psychological Well-Being</italic>, sehingga hipotesis diterima. Dari pengujian <italic id="_italic-108">product moment Pearson </italic>mempunyai nilai sebesar 0,144 dan masuk dalam kategori korelasi rendah. Nilai positif mengindikasikan pola hubungan antara dukungan sosial dengan <italic id="_italic-109">Psychological Well-Being</italic> searah. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial keluarga yang dimiliki mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, maka <italic id="_italic-110">Psychological Well-Being</italic> juga akan semakin mengalami peningkatan.</p>
          <p id="_paragraph-47">Berdasarkan hasil kategorisasi jawaban responden, diketahui sebagian besar mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki dukungan sosial dalam kategori sedang yaitu 51,3%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki rasa nyaman atau aman pada pihak lain yang memperoleh dukungan sosial, mempunyai hubungan minim konflik pada sumber dukungan sosial, memiliki rasa diakui pada kelompok [14], memiliki jenis kegiatan homogen yang memungkinkan pihaknya memperoleh rasa aman atau nyaman, kemampuan yang dimiliki diapresiasi oleh pihak lain, memiliki hubungan saling mendukung terkait dengan keterampilan serta kemampuan [15], mempunyai kesadaran tentang tolong menolong, dapat diandalkan, memiliki jalinan personal dengan orang lain, memiliki sikap saling percaya dengan orang lain [20], memiliki hubungan untuk saling mengisi dan menjadi sandaran curahan perhatian pihak lain [11].</p>
          <p id="_paragraph-48">Berdasarkan hasil kategorisasi jawaban responden, diketahui sebagian besar mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki <italic id="_italic-111">Psychological Well-Being</italic> kategori sedang yaitu 61,6%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki kemampuan dalam diri yang dianggap unik, mampu memilih atau membentuk lingkungan sesuai dengan kondisi, menyadari potensi pribadi, berempati, memiliki tujuan hidup serta mengetahui aspek dalam diri. Penelitian [16], [17] serta [18] menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap <italic id="_italic-112">psychological well-being</italic>. Semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan pada individu maka semakin tinggi juga <italic id="_italic-113">psychological well-being</italic> yang dimiliki individu tersebut [19].</p>
        </sec>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>
        <bold id="_bold-55">IV. Kesimpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-49">Hasil riset membuktikan perolehan nilai signifikansi 0,019 &lt; 0,05 dengan nilai positif. Artinya, tingginya dukungan sosial keluarga dapat memaksimalkan <italic id="_italic-114">psychological well-being</italic>, sehingga hipotesis diterima. Dari hasil analisis diperoleh nilai korelasi <italic id="_italic-115">R</italic><sup id="_superscript-8"><italic id="_italic-116">2</italic></sup> sebesar 0,021. Artinya besarnya pengaruh dukungan sosial terhadap <italic id="_italic-117">Psychological Well-Being</italic> sebesar 2,1%. Hasil olah data membuktikan sebagian besar mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki dukungan sosial dalam kategori sedang yaitu 51,3% sedangkan <italic id="_italic-118">psychological well-being </italic>sebagian besar mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam kategori sedang yaitu 61,6%.</p>
      <p id="paragraph-4374ca02a8ed4cefcd845ace553d62c7" />
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>