<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Relationship Between Social Comparison and Body Dissatisfaction on Students at Muhammadiyah University of Sidoarjo</article-title>
        <subtitle>Hubungan Antara Perbandingan Sosial dengan Ketidakpuasan Tubuh pada Mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-addf4ff455d23404a3187627dfbeb538" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Permatasari</surname>
            <given-names>Novita Gusti</given-names>
          </name>
          <email>novitagp17@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-4466fd85f21dcc766e30714317b0fd4a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Ansyah</surname>
            <given-names>Eko Hardi</given-names>
          </name>
          <email>ekohardiansyah@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-15">
          <day>15</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Perubahan fisik di tiap remaja berbeda-beda yang disebabkan oleh pengaruh hormone, sehingga remaja kerap mengalami masalah dengan bentuk tubuhnya. Masalah ini sering terjadi pada remaja perempuan[1]. Kekhawatiran pada bentuk tubuh terlihat lebih sering terjadi pada kalangan perempuan, karena pada usia 18-22 tahun mereka memiliki keinginan untuk berpenampilan menarik. Masalah yang sering muncul adalah masalah bentuk tubuh, karena mereka telah mempelajari sesuatu melalui lingkungan sekitarnya bahwa dalam berinteraksi sosial daya tarik fisik berperan penting. Paparan mengenai konsep tubuh ideal yang diterima membuat individu sering membuat individu merasa tidak puas dengan tubuhnya sendiri karena mereka melakukan perbandingan antara tubuhnya dengan individu yang diyakini memiliki tubuh yang ideal[2].</p>
      <p id="_paragraph-14">Mahasiswa yang tidak puas dengan bentuk tubuh, mereka akan melakukan berbagai cara untuk mencapai tubuh yang mereka inginkan. Hal ini membuat banyak wanita merasa minder dan kemudian ingin memiliki bentuk tubuh yang langsing juga[3]. <italic id="_italic-27">Body dissatisfaction</italic> ataupun ketidakpuasan citra tubuh adalah pemikiran atau perasaan negatif yang dimiliki seseorang dan timbul ketika citra tubuhnya tidak sesuai dengan citra tubuh idealnya[4]. Bedasarkan fenomena tersebut mendapatkan hasil wawancara awal yang dilakukan pada mahasiswi yang menunjukkan bahwa sebagian mahasiswi merasa tidak puas terhadap bentuk tubuhnya, sering menolak kenyataan akan perubahan fisiknya dan ingin mengubah penampilan dirinya.</p>
      <p id="_paragraph-15">Hal tersebut sesuai dengan aspek <italic id="_italic-28">body dissatisfaction </italic>yang mengutarakan adanya 5 dimensi gambaran tubuh yaitu, evaluasi penampilan (<italic id="_italic-29">appearance evaluation</italic>), Orientasi penampilan (<italic id="_italic-30">appearance orientation</italic>), Kepuasan terhadap bagian tubuh (<italic id="_italic-31">body areas satisfaction</italic>), Kecemasan akan kegemukan (<italic id="_italic-32">overweight preoccupation</italic>), dan Klasifikasi berat tubuh (<italic id="_italic-33">self classified weight</italic>)[5]. <italic id="_italic-34">B</italic><italic id="_italic-35">ody dissatisfaction</italic>memiliki empat prediktor yaitu hubungan dengan teman sebaya (<italic id="_italic-36">peer relationship</italic>), lingkungan sosial dan media (<italic id="_italic-37">social environment and media</italic>), mindset kurus (<italic id="_italic-38">internalizazion of thinnes</italic>) dan kurangnya dukungan sosial (<italic id="_italic-39">social support deficits</italic>)[6]. Tekanan dari orang-orang di sekitar tersebut membuat perempuan semakin tidak puas dengan ukuran dan bentuk tubuh yang dimilikinya dan membuat individu membandingkan tubuhnya dengan perempuan lain. Ini dikenal sebagai <italic id="_italic-40">social comparison</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-16"><italic id="_italic-41">Social comparison</italic> yang dilakukan oleh mahasiswi ialah suatu cara bagi individu untuk mengevaluasi diri secara menyeluruh, termasuk menilai dan mengevaluasi apakah citra tubuhnya sesuai dengan keinginannya ataupun tidak. <italic id="_italic-42">S</italic><italic id="_italic-43">ocial comparison</italic> ialah salah satu faktor terpenting dalam membentuk citra tubuh seseorang yang kemudian akan mempengaruhi kepuasan seseorang terhadap bentuk tubuhnya atau tidak[7]. Melalui <italic id="_italic-44">social comparison</italic> seorang perempuan belajar untuk mengenali bagaimana konsep yang ideal dalam masyarakat, apakah penampilannya menarik atau tidak, bagaimana standar ideal yang dimiliki masyarakat, dan setelah itu seorang perempuan akan mengidentifikasinya melalui <italic id="_italic-45">social comparison</italic>. Perbandingan sosial memiliki hubungan yang kuat dengan ketidakpuasan tubuh pada wanita[8]</p>
      <p id="_paragraph-17">Berdasarkan keterangan diatas, menunjukan seberapa serius dampak yang mengancam mahasiswi akibat ketidakpuasan pada bentuk tubuh (<italic id="_italic-46">body dissatisfaction</italic>) sehingga peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara <italic id="_italic-47">social comparison</italic> dengan <italic id="_italic-48">body dissatisfaction</italic> pada mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-18">Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebannyak 6.104 mahasiswi, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 362 mahasiswi dalam menentukan jumlah sampel tersebut menggunakan taraf indeks kesalahan 5% dari <italic id="_italic-49">Sample size calculator Raosoft</italic>. Dan dalam penelitian ini menggunakan <italic id="_italic-50">Quota Sampling</italic> untuk menentukan sampel dalam dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu[9]. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini yaitu, (a) berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 18-22 tahun, (b) mahasiswi aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="_paragraph-19">Penelitian ini menggunakan 2 skala psikologi yakni skala <italic id="_italic-51">body dissatisfaction</italic> dan <italic id="_italic-52">skala</italic><italic id="_italic-53"> social comparison</italic>. Skala <italic id="_italic-54">body dissatisfaction</italic> memiliki 5 subkompenen yang diadaptasi dari Kumalasari (2015) dan skala <italic id="_italic-55">social comparison</italic> memiliki 2 aspek yang diadaptasi dari Hastuti (2018). Selanjutnya, SPSS 21 <italic id="_italic-56">for windows</italic> digunakan oleh peneliti untuk mengolah data statistik untuk menguji hipotesis agar mendapat kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik korelasi <italic id="_italic-57">Pearson Product Moment</italic><italic id="_italic-58">.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-20">Peneliti telah melakukan perhitungan terhadap dua variabel yakni <italic id="_italic-59">body dissatisfaction</italic> dan <italic id="_italic-60">social comparison</italic> dengan bantuan SPSS 21 <italic id="_italic-61">for windows</italic>. Pada uji normalitas menggunakan uji <italic id="_italic-62">Kolmogrov</italic><italic id="_italic-63"> Smirnov</italic> pada variabel <italic id="_italic-64">social comparison</italic> menunjukkan nilai 0.287 (p&gt;0.05) dan pada variabel <italic id="_italic-65">body dissatisfaction</italic> menunjukkan nilai sebesar 0.240 (p&gt;0.05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa hasil data yang didapat pada variabel <italic id="_italic-66">social comparison</italic> dan <italic id="_italic-67">body dissatisfaction</italic> tersebut berdistribusi normal dan memenuhi uji normalitas. Selanjutnya, pada hasil uji linieritas pada variabel <italic id="_italic-68">body dissatisfaction</italic> dan <italic id="_italic-69">social comparison</italic> menghasilkan nilai F= 62.071 dan signifikansi (p) = 0.000 (p&lt;0.05). yang artinya, variabel <italic id="_italic-70">social comparison</italic> dengan <italic id="_italic-71">body dissatisfaction</italic> memiliki hubungan atau linier.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Kategorisasi Subyek</title>
          <p id="_paragraph-22" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5714853e6c91e9c86e7ad0bb0aa0de74">
              <td id="table-cell-b060a793f5ead315c473a2d475661f08" rowspan="2">Kategori</td>
              <td id="table-cell-7138718511bfdd6e5864aa9e595f1b9e" colspan="2"> Body Dissatifaction </td>
              <td id="table-cell-9439dca92803354ecb86c5a5f6fbe2de" colspan="2"> Social Comparison </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5b647ece012e61a7dc251bac5e2dd749">
              <td id="table-cell-2116930bc348193004c83df766dfc6c6">∑ Subyek</td>
              <td id="table-cell-c4c9049c0cc444779fc434e608dc1368">%</td>
              <td id="table-cell-c78ca2eba6591c65f787b55b26bb1f9b">∑ Subyek</td>
              <td id="table-cell-3e8183e2f9514e7f69c581c7486255cd">%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-650e589fbbdd76ef455047ab49da7158">
              <td id="table-cell-5fa631e1725963c321e1d2be51c50045">Sangat Rendah</td>
              <td id="table-cell-7dd0e2f341d6f9dff1167c0d0572827c">22</td>
              <td id="table-cell-0c53356c8f1375c7a0b8bb2fb2eb22f2">6%</td>
              <td id="table-cell-3b17663928a78d4f5fe1a847ee6dccf0">29</td>
              <td id="table-cell-9dc6d1b2afe85f4406785a0e475453cc">8%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-896f42b880c0956661ca21255715a15b">
              <td id="table-cell-4c70629b99b02d69446bacdb9ca53961">Rendah</td>
              <td id="table-cell-fbfc2f5569b8655af12ad5ca00e47a21">88</td>
              <td id="table-cell-b3e0453a3af35055b57f6af97fb39572">24%</td>
              <td id="table-cell-0d1381efd5e823012c34a047ba94fc27">97</td>
              <td id="table-cell-0f9dce4bd2f0667741da3a0eac1ad714">27%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b62484605298b3b00427248ef1e99444">
              <td id="table-cell-55cabc0a2d69811c3963db1f6351066d">Sedang</td>
              <td id="table-cell-fdb444fb2c3dec63486535d425bee46b">149</td>
              <td id="table-cell-ddebe84be5581d067470a551ba978548">41%</td>
              <td id="table-cell-246a129b7c78ad4eb86bfa481e82e263">109</td>
              <td id="table-cell-349dc9ef2ead911dae097bcd263e4ae6">30%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0d358114b8d8f74439b80e70b6557c59">
              <td id="table-cell-45a11759efdd55f774e5649f39f956ab">Tinggi</td>
              <td id="table-cell-bb67d1972277c258f271b68462602348">72</td>
              <td id="table-cell-caf54a9f11d70bbf840ec227ab36c379">20%</td>
              <td id="table-cell-f72ab6d202515aeb185248dea68ef309">104</td>
              <td id="table-cell-01f76a57a0aa34042746f826420e70a6">29%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7d2c0e6a4c33013038fa4f2fc36b29d2">
              <td id="table-cell-5a5f440e7b26aeff35915a324127e904">Sangat Tinggi</td>
              <td id="table-cell-8e618213f33125c8f901ba57ddf176ae">31</td>
              <td id="table-cell-3a4990a7c2d4ae9f4d7cee79f76ced07">9%</td>
              <td id="table-cell-2e2a5d07f18e715fe787d52cc5a997fc">23</td>
              <td id="table-cell-84ea47b8f48094dbc0e104e23d3fa006">6%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-23">Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pada variabel <italic id="_italic-75">body dissatisfaction</italic> terdapat 22 subyek yang memiliki <italic id="_italic-76">body dissatisfaction</italic> sangat rendah, 88 subyek yang termasuk dalam kategori rendah, 149 subyek masuk dalam kategori sedang, 72 subyek masuk dalam kategor tinggi dan 31 subyek masuk dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan untuk variabel <italic id="_italic-77">social comparison</italic> terdapat 29 subyek yang termasuk dalam kategori sangat rendah, 97 subyek masuk dalam kategori rendah, 109 subyek masuk dalam kategori sedang, 104 subyek masuk dalam kategori tinggi, dan 23 subyek masuk dalam kategori sangat tinggi. Dan dapat disimpulkan hasil pada variabel <italic id="_italic-78">body dissatisfaction</italic> dan <italic id="_italic-79">social comparison</italic> sama-sama masuk dalam kategori sedang.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-25" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0c05bc5f392cb540c626cf816518a91b">
              <td id="table-cell-953183ecd8f690f39629dcfccc73d095" colspan="4">Correlations</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-149c95ddb83785e2c011d02572919130">
              <td id="table-cell-3a9fef8b14c31200658739bdd4c3d380" colspan="2" />
              <td id="table-cell-10a8afe1c2ab0b857eb6db1a9bf92c3b">SocialComparison</td>
              <td id="table-cell-1094c1c310bfe337f06d743bac6c1daa">BodyDissatifaction</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d71b671f9115c40776700641e00798f0">
              <td id="table-cell-d2d8a295ea074608665212699a5e4ea5">SocialComparison</td>
              <td id="table-cell-6b02931f265b0fe91478b03c2fdda82d">Pearson Correlation</td>
              <td id="table-cell-1de67611a212dc3c54033219d62fa013">1</td>
              <td id="table-cell-ac30698cc3361039d44043b7a5fbaf4b">.380**</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-41b85806775f67d82ed4ec4448575d0d">
              <td id="table-cell-c5ca454e92e76ed07370252cf393978b" />
              <td id="table-cell-d18054ec26ab82589e6dde64c5747346">Sig. (1-tailed)</td>
              <td id="table-cell-8c2d4cc3b2d0386bc70eea5ca21d4140" />
              <td id="table-cell-711a0c1704b76688edb46cc913b0e638">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2eaf19555a73deb666066a0d7eed49da">
              <td id="table-cell-e61c472883119cf6dff78de476a9564b" />
              <td id="table-cell-c9866ec80a12ba6fc93b9810288714cd">N</td>
              <td id="table-cell-61130957ecf8b8899e5021218488a1f6">362</td>
              <td id="table-cell-57456f30e2ebe1ccf3e0864d75dd5475">362</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-741d2eab979553f845a55c2fd94a044d">
              <td id="table-cell-990d80690c100631850a6fac94cb1233">BodyDissatifaction</td>
              <td id="table-cell-e4e91acabdc27059cccf227e250dc8ab">Pearson Correlation</td>
              <td id="table-cell-4168f087e89a2261fa98727018069034">.380**</td>
              <td id="table-cell-2f0880bbc9f179d48122d17bedd9725e">1</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c7f4a3ad7be5d0bd6f9ab3ef69b73977">
              <td id="table-cell-0672c238321c8501d14272df7de815a2" />
              <td id="table-cell-6ea036db9b98fe423e88e8a360a997b9">Sig. (1-tailed)</td>
              <td id="table-cell-49f0b85fc190fb6109d7dba193256688">.000</td>
              <td id="table-cell-fd369ea607501458540e6afe7255dddf" />
            </tr>
            <tr id="table-row-16f68867603dd5bf9296f8590b688261">
              <td id="table-cell-a945325977540626c4fe1b98aad62229" />
              <td id="table-cell-da36fd01f2d8413a99886501f68c2476">N</td>
              <td id="table-cell-20ac14287638e1da9ec94f8b3a2c7fc8">362</td>
              <td id="table-cell-63181a7b3c66001e4472a14782ef2de0">362</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7d9cdbeea418121f3b770ac00aa4fdd1">
              <td id="table-cell-e7eb20506fd7680f2f2b3e19eb8468ba" colspan="4">**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-26">Berdasarkan pada tabel diatas diketahui bahwa perhitungan <italic id="_italic-80">Pearson Correlation one tailed</italic> memperoleh hasil koefisien korelasi (rxy) = 0.380 dan angka signifikansi sebesar 0.000 (p&lt;0.05), maka hasil pada penelitian ini menujukkan arah yang positif antara <italic id="_italic-81">social comparison</italic> dengan <italic id="_italic-82">body dissatisfaction</italic>. Artinya, semakin tinggi <italic id="_italic-83">social comparison</italic> yang dimiliki oleh mahasiswi maka semakin tinggi juga <italic id="_italic-84">body dissatisfaction</italic> mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="_paragraph-27">Hal ini diperkuat dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Dewi, dkk mendapatkan hasil yang menjelaskan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara <italic id="_italic-85">social comparison</italic> dengan <italic id="_italic-86">body dissatisfaction</italic> pada wanita dewasa awal pengguna <italic id="_italic-87">Instagram</italic>[10]<italic id="_italic-88">.</italic> Perbandingan sosial memiliki hubungan yang kuat dengan ketidakpuasan tubuh pada wanita. Perbandingan sosial ataupun <italic id="_italic-89">social comparison</italic> merupakan suatu cara individu menilai ataupun mengevaluasi dirinya, bila perbandingan sosial yang dilakukan menciptakan perasaan puas sehingga akan membentuk citra tubuh yang positif, namun apabila perbandingan sosial yang dilakukan menciptakan perasaan yang tidak puas akan membentuk citra tubuh yang negatif. Citra tubuh yang negatif ini menimbulkan ketidakpuasan mahasiswi terhada bentuk tubuhnya.</p>
      <p id="_paragraph-28">Pada penelitian ini memperoleh hasil bahwa <italic id="_italic-90">social comparison </italic>dan <italic id="_italic-91">body dissatisfaction</italic> yang dimiliki mahasiswi sama-sama berada dalam kategori sedang. Dan dalam penelitian ini terdapat 149 subyek (41%) berada di kategori sedang. Menurut Gupta, faktor luar dapat mempengaruhi pendangan seseorang mengenai bentuk tubuhnya[11]. Pada variabel <italic id="_italic-92">social comparison</italic>, terdapat 109 responden (30%) yang masuk dalam kategori sedang.</p>
      <p id="_paragraph-29">Menurut Myres dan Crowter, individu akan membandingkan dirinya dengan melihat orang lain yang ada dilingkungannya[12]. Salah satu faktor yang membuat perempuan membandingkan penampilan fisiknya yaitu teman dekat. Perempuan akan semakin tidak puas dengan bentuk tubuhnya karena orang-orang disekitar dan keluarga mereka terbiasa membandingkan dirinya dengan orang lain[13]. Remaja yang membandingkan penampilannya dengan orang lain akan menimbulkan kecemburuan, ketidakpuasan, dan kecenderungan perilaku impulsif untuk mengungguli orang lain karena perbandingan sosial telah menjadi perilaku yang dilakukan individu[14].</p>
      <p id="_paragraph-30">Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan positif antara <italic id="_italic-93">social comparison</italic> dengan <italic id="_italic-94">body dissatisfaction</italic> pada mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pada usia 18-22 tahun mahasiswi memiliki keinginan untuk berpenampilan menarik[15]. Sebagian remaja lebih mementingkan penampilan daripada aspek lain dari diri mereka sendiri dan banyak yang tidak suka melihat dirinya saat bercermin[16]. Kondisi ketidakpuasan ini dikenal sebagai <italic id="_italic-95">Body Dissatisfaction</italic>. Dari analisis diatas dapat di simpulkan bahwa subyek penelitian masuk kedalam kategori <italic id="_italic-96">social comparison</italic> dan <italic id="_italic-97">body dissatisfaction</italic> yang sedang.</p>
      <p id="_paragraph-31">Dalam penelitian ini didapatkan bahwa koefisien determinasi (R²) = 0.144 (14,4%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa perubahan <italic id="_italic-98">body dissatisfaction</italic> seseorang pada mahasiswi ditentukan sebesar 14.4% oleh faktor <italic id="_italic-99">social comparison</italic> dan 85.6% dipengaruhi oleh faktor lain.</p>
      <p id="_paragraph-32">Limitasi dalam penelitian ini terdapat pada mencari responden agar kuesioner dapat tersebar secara merata pada setiap jurusan, kuesioner yang digunakan ada yang berupa kuesioner online (<italic id="_italic-100">google form</italic>) yang membuat peneliti tidak dapat mengawasi responden secara langsung dalam pengisian kuesioner, dan peneliti hanya mencangkup pada satu kalangan yaitu mahasiswi yang berusia 18-22 tahun walaupun terdapat beberapa kalangan yang mungkin bisa dijadikan permasalahan dalam tema ini, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan kepada populasi yang lebih luas.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-33">Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara <italic id="_italic-101">social comparison</italic> dengan <italic id="_italic-102">body dissatisfaction</italic> pada mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hasil uji hipotesis dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,380 dan nilai p sebesar 0.000 (p&lt;0,05), maka hasil pada penelitian ini menujukkan adanya hubungan yang positif antara <italic id="_italic-103">social comparison</italic> dengan <italic id="_italic-104">body dissatisfaction</italic> dan hipotesis penelitian ini diterima. Artinya, semakin tinggi <italic id="_italic-105">social comparison</italic> yang dimiliki oleh mahasiswi maka semakin tinggi juga <italic id="_italic-106">body dissatisfaction</italic> pada mahasiswi. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah <italic id="_italic-107">social comparison</italic> mahasiswi maka semakin rendah pula <italic id="_italic-108">body dissatisfaction</italic> yang dimiliki mahasiswi. Sumbangan efektif variabel <italic id="_italic-109">body dissatisfaction </italic>sebesar 14,4% terhadap <italic id="_italic-110">social comparison.</italic></p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>