<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Differences in Nordic Hamstring Exercise and Contract Relax Stretching on Increasing Flexibility in Students with Hamstring Tightness at Muhammadiyah University of Sidoarjo</article-title>
        <subtitle>Perbedaan Nordic Hamstring Exercise dan Contract Relax Stretching Terhadap Peningkatan Fleksibilitas pada Mahasiswa dengan Hamstring Tightness di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-ae890f16c4e07ee43ac2750bce0f7b47" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Putri</surname>
            <given-names>Lidya Shafika</given-names>
          </name>
          <email>lidyashafikaputri0403@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0a71277e1cddea01fb797484d6bc0160" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Anjasmara</surname>
            <given-names>Bagas</given-names>
          </name>
          <email>lidyashafikaputri0403@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-861c7fd730cf774898a51ee07ad6d2c7" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Widanti</surname>
            <given-names>Herista Novia</given-names>
          </name>
          <email>lidyashafikaputri0403@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-15">
          <day>15</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-d64a1c9929100ecd7b0c90d743163856">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-15">Manusia adalah makhluk yang memerlukan gerak, pentingnya bergerak bagi manusia sehingga manusia berusaha untuk mencegah tidak terjadi cedera yang menyebabkan terbatasnya dalam bergerak. Meningkatnya aktivitas seseorang dapat menimbulkan pergeseran gaya hidup menjadi cenderung pasif, aktivitas fisik yang tidak teratur dan memberikan dampak negatif seperti munculnya keluhan terasa kaku, mudah letih, dan nyeri saat bergerak atau terjadi kram saat istirahat pada salah satu yang paling sering terkena dampak tersebut adalah otot <italic id="_italic-129">hamstring</italic>. Hal ini merupakan akibat gejala pemendekan otot <italic id="_italic-130">hamstring</italic>[1].</p>
      <p id="_paragraph-16">Pemendekan otot sering diartikan sebagai faktor risiko intrinsik yang menyebabkan cedera otot. Salah satu yang mempengaruhi terjadinya pemendekan otot ditandai dengan menurunnya fleksibilitas. Fleksibilitas merupakan salah satu bagian penting dari fungsi biomekanik normal yang berkaitan dengan kemampuan gerak satu atau beberapa sendi yang melibatkan struktur tulang dan jaringan lunak atau otot [2]. Otot <italic id="_italic-131">hamstring </italic>adalah otot yang melewati dua persendian (<italic id="_italic-132">biarthicullar muscle</italic>) yakni <italic id="_italic-133">hip </italic>dan <italic id="_italic-134">knee</italic>. Pada saat kita duduk otot <italic id="_italic-135">hamstring </italic>bagian distal berkontraksi secara konsentrik dan otot <italic id="_italic-136">hamstring</italic>bagian proksimal berkontraksi secara eksentrik [3].</p>
      <p id="_paragraph-17">Gaya hidup mahasiswa yang tetap dan kebiasaan yang sering duduk dapat mangacu terjadinya <italic id="_italic-137">tightness </italic>pada area otot <italic id="_italic-138">hamstring</italic>. <italic id="_italic-139">Tightness</italic>adalah suatu kondisi di mana filamen aktin dan miosin tumpang tindih dan tidak dapat kembali ke posisi normalnya. Istilah ini disebut spasme protektif. Ketegangan otot dapat membatasi gerakan normal. Jika otot kencang dan tidak meregang, keadaan tegang fisiologis ini dapat berubah menjadi kontraktur yang lebih kompleks. Ini juga berpengaruh pada pemendekan fascia otot [4].</p>
      <p id="_paragraph-18"><italic id="_italic-140">Hamstring</italic><italic id="_italic-141">tightness</italic>merupakan sebagai rasa berkurangnya luas gerak sendi disertai rasa yang tidak nyaman serta kaku pada bagian paha belakang yang dapat berpotensi menjadi penyebab penurunan fungsi atau gerak pada sendi <italic id="_italic-142">hip</italic>[5]. <italic id="_italic-143">Hamstring tightness </italic>dapat menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya <italic id="_italic-144">strain </italic>pada otot <italic id="_italic-145">hamstring</italic>, nyeri pada punggung bawah dan area <italic id="_italic-146">patellofemoral</italic><italic id="_italic-147">pain</italic><italic id="_italic-148">syndrome</italic>. Efek dalam waktu jangka panjang pada penurunan fleksibilitas <italic id="_italic-149">hamstring</italic>yang dapat disebabkan oleh <italic id="_italic-150">hamstring</italic><italic id="_italic-151">tightness</italic>menimbulkan terjadinya kompensasi di gerak <italic id="_italic-152">pelvic</italic>, perubahan postur dan kelengkungan tulang <italic id="_italic-153">vertebra</italic>selama kita melakukan aktivitas sehari-hari [6].</p>
      <p id="_paragraph-19">Adapun pengukuran yang digunakan sebagai <italic id="_italic-154">pre-test</italic>dan <italic id="_italic-155">post-test</italic>adalah AKE. Panjang <italic id="_italic-156">hamstring</italic>dapat diukur secara tidak langsung yang dilakukan dengan mengukur luas gerak sendi <italic id="_italic-157">hip</italic>selama tes pasif <italic id="_italic-158">straight</italic><italic id="_italic-159">leg</italic><italic id="_italic-160">raise</italic>(SLR) atau <italic id="_italic-161">active</italic><italic id="_italic-162">knee</italic><italic id="_italic-163">extension</italic>(AKE) [7]. Pemeriksaan tes AKE dilakukan dengan cara pasien diposisikan terlentang pada bed, dan tungkai bawah di fleksikan 90°, tungkai yang berlawanan dibiarkan lurus dan difiksasi pada paha. Pemeriksaan dengan goneometri, kemudian ditempatkan di <italic id="_italic-164">knee</italic><italic id="_italic-165">joint</italic>yang sejajar dengan <italic id="_italic-166">maleolus</italic><italic id="_italic-167">lateralis</italic>. Dengan</p>
      <p id="_paragraph-20">pinggul stabil pada 90° fleksi dan pergelangan kaki di <italic id="_italic-168">plantar</italic>fleksi, pasien secara aktif meluruskan lutut. <italic id="_italic-169">Hamstring</italic><italic id="_italic-170">tightness</italic>positif apabila lutut tidak bisa diluruskan dan diukur lebih dari 20° [8].</p>
      <p id="_paragraph-21">Menurut penelitian yang dilakukan Lima <italic id="_italic-171">et al </italic>pada tahun 2019 menunjukkan pravelensi terjadinya <italic id="_italic-172">hamstring</italic><italic id="_italic-173">tightness </italic>yang didapatkan dari pengukuran pada 769 anak diketahui 40% anak usia diatas 10 tahun mengalami <italic id="_italic-174">hamstring tightness </italic>dan 75% anak perempuan lebih cenderung mengalami <italic id="_italic-175">tightness </italic>dibandingkan anak laki-laki setelah dilakukan pengukuran <italic id="_italic-176">Active Knee Extension</italic>. Penelitian Kanishka G.K <italic id="_italic-177">et al </italic>(2019) juga menunjukkan 108 wanita (63,9%) dan 61 pria (36,1%) dari total 169 partisipan didapati 125 ( 83,4% ) mengalami <italic id="_italic-178">hamstring tightness</italic>akibat pengaruh duduk lebih dari 4 jam dalam sehari selama melakukan pekerjaan. Hasil tersebut memiliki keterkaitan yg sama dalam tingginya kejadian <italic id="_italic-179">hamstring</italic><italic id="_italic-180">tightness</italic>pada pelajar atau mahasiswa (82%) dan pekerja kantoran (85%) yang melakukan aktifitas dengan kecenderungan duduk lama.</p>
      <p id="_paragraph-22">Salah satu metode pencegahan atau penanganan pada <italic id="_italic-181">hamstring tightness </italic>adalah terapi latihan. Terapi latihan adalah suatu metode terapi yang sistematis. Adapun aktivitas fisik yang dilakukan pada terapi latihan tersebut bertujuan untuk memelihara kesehatan. Banyak intervensi terapi yang didesain untuk meningkatkan mobilitas pada jaringan lunak sehingga terjadi peningkatan luas gerak sendi, seperti latihan penguluran, latihan yoga, dan latihan eksentrik [9].</p>
      <p id="_paragraph-23">Metode latihan yang sering digunakan untuk mengatasi <italic id="_italic-182">hamstring tightness </italic>adalah latihan eksentrik. Latihan eksentrik adalah melakukan kontraksi otot eksentrik secara berulang. Latihan eksentrik dapat memperlambat pemanjangan proses otot yang diberikan tahanan sehingga kekuatan otot meningkat, perbaikan otot lebih cepat, dan meningkatkan laju metabolisme [10]. Latihan eksentrik pada otot <italic id="_italic-183">hamstring</italic>memiliki efek penguatan dan peningkatan fleksibilitas pada <italic id="_italic-184">hamstring</italic>. Hal ini didapatkan dari hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa latihan eksentrik pada <italic id="_italic-185">hamstring </italic>menunjukan adanya peningkatan hasil <italic id="_italic-186">active knee extension </italic>(AKE) sebesar 1,67º pada remaja dengan <italic id="_italic-187">Hamstring</italic><italic id="_italic-188">Tightness</italic>[11].</p>
      <p id="_paragraph-24"><italic id="_italic-189">Nordic</italic><italic id="_italic-190">Hamstring</italic><italic id="_italic-191">Exercise</italic>merupakan salah satu latihan eksentrik yang dilakukan pada lutut dengan pergelangan kaki dipegang atau diikat dengan subjek menurunkan tubuh bagian atas ke posisi tengkurap, sepelan mungkin [12]. Ketika otot memanjang atau eksentrik, ketegangan pada serat otot lebih besar daripada ketika otot memendek atau konsentris. Konsumsi oksigen dalam latihan eksentrik rendah karena kontraksi yang dilepaskan memperlambat otot, tetapi latihan eksentrik menghasilkan banyak kekuatan karena gerakannya melawan gravitasi sehingga terjadi penurunan tegangan otot pada <italic id="_italic-192">hamstring</italic>[13]. Pemberian <italic id="_italic-193">nordic</italic><italic id="_italic-194">hamstring</italic><italic id="_italic-195">exercise</italic>bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas otot <italic id="_italic-196">hamstring</italic>, menambah panjang otot, meningkatkan kekuatan otot serta mencegah terjadinya cidera [14].</p>
      <p id="_paragraph-25">Salah satu teknik peregangan <italic id="_italic-197">Proprioceptive</italic><italic id="_italic-198">Neuromuskular</italic><italic id="_italic-199">Facilitation</italic>(PNF) adalah: <italic id="_italic-200">Contract</italic><italic id="_italic-201">Relax</italic><italic id="_italic-202">Strecthing</italic>. <italic id="_italic-203">Contract</italic><italic id="_italic-204">relax</italic><italic id="_italic-205">stretching</italic>merupakan menggabungkan peregangan isometrik dan pasif. Dikatakan demikian karena teknik relaksasi kontrak peregangan yang dilakukan memberikan kontraksi isometrik pada otot yang memendek kemudian berlanjut dengan relaksasi dan peregangan otot secara pasif. Kontraksi, relaksasi, dan peregangan memiliki efek pemanjangan pada struktur jaringan lunak seperti otot, tendon fasia, dan ligamen yang memendek secara patologis, sehingga meningkatkan jangkauan gerak sendi, mengurangi kejang, dan memperpendek otot. [15]. Dengan adanya pernyataan tersebut peneliti tertarik mengambil judul Perbedaan <italic id="_italic-206">Nordic</italic><italic id="_italic-207">Hamstring</italic><italic id="_italic-208">Exercise</italic>dan <italic id="_italic-209">Contract Relax Stretching </italic>Terhadap Peningkatan Fleksibilitas Pada Mahasiswa Dengan <italic id="_italic-210">Hamstring Tightness </italic>Di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-11c87c88574bba1ed668cc6048a4c7d0">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-26">Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Tempat penelitian ini di pilih karena rentan usia dan aktivitas sehari-hari mahasiswa dimana lebih cenderung banyak aktivitas dengan duduk Penelitian menggunakan rancangan kuasi eksperimental terhadap dua kelompok dengan jumlah subjek penelitian 26 orang berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 13 orang anak. Dari hasil intervensi yang telah dilakukan terhadap dua kelompok, kelompok I dengan metode <italic id="_italic-211">Nordic Hamstring Exercise </italic>selama 4 minggu (18 kali) dan kelompok II dengan metode <italic id="_italic-212">Contract Relax</italic><italic id="_italic-213">Stretching</italic>selama 4 minggu (18 kali) kemudian didapatkan data dengan cara pemeriksaa AKE <italic id="_italic-214">(Active</italic><italic id="_italic-215">Knee</italic><italic id="_italic-216">Extension)</italic>yang kemudian dilakukan analisis data dari hasil pemeriksaan tersebut. Jenis penelitian ini adalah <italic id="_italic-217">quasi</italic><italic id="_italic-218">eksperimental</italic>dengan rancangan <italic id="_italic-219">two</italic><italic id="_italic-220">group</italic><italic id="_italic-221">pre</italic><italic id="_italic-222">test</italic><italic id="_italic-223">and</italic><italic id="_italic-224">post</italic><italic id="_italic-225">test</italic><italic id="_italic-226">design</italic>, yaitu membandingkan dua kelompok perlakuan. Kelompok dibagi menjadi kelompok perlakuan 1 yang diberikan <italic id="_italic-227">Nordic Hamstring Exercise </italic>dan kelompok perlakuan 2 yang diberikan <italic id="_italic-228">Contract Relax Stretching</italic>. Populasi target pada penelitian ini adalah mahasiswa. Sedangkan populasi terjangkau pada penelitian ini adalah mahasiswa yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Pada Tahun 2022. Berdasarkan prosedur, kriteria, dan pemeriksaan fisioterapi yang dilakukan dalam penelitian, maka besar sampel dalam penelitian ini adalah 26 mahasiswa berumur 19 – 24 th, memiliki aktifitas duduk lebih dari 6 jam sehari dan dinyatakan mengalami <italic id="_italic-229">Hamstring Tightness</italic>. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama disebut <italic id="_italic-230">Nordic Hamstring Exercise </italic>(NHE) dan kelompok kedua diberikan <italic id="_italic-231">Corntract Relax</italic><italic id="_italic-232">Stretch</italic>. (CRS)</p>
      <p id="paragraph-a19ce129f5747270db275a9d0796520b">Perlakuan</p>
      <p id="paragraph-1a1e4ea30ea6ff22232538e9250a0374">1. Perlakuan Kelompok NHE</p>
      <p id="_paragraph-27">Latihan <italic id="_italic-233">Nordic Hamstring </italic>ini dilakukan dengan waktu total latihan selama ±10 menit selama 4 minggu. Latihan dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo setiap 3 kali seminggu Teknik Latihan sebagai berikut Mahasiswa dikumpulkan di lab. a) Gerakan pertama : Posisikan mahasiswa berdiri tegak dengan bersimpu pada bagian lututnya diatas matras kemudian posisikan kedua tangan mahasiswa dibelakang pantat. Posisi terapis berada dibelakang mahasiswa memfiksasi pergelangan kaki kanan dan kiri mahasiswa. b) Gerakan kedua : Mahasiswa diminta untuk menjatuhkan badan kedepan dengan menahan beban tubuh dan usahakan posisi tubuh bagian atas lurus dari kepala hingga paha ke lutut, lalu condongkan tubuh hingga mahasiswa tidak dapat menahan tubuh. c) Gerakan ketiga : Mahasiswa diminta untuk memposisikan kembali tubuh bagian atas ke posisi awal dengan cara mengkontraksikan <italic id="_italic-234">m.</italic><italic id="_italic-235">Hamstring</italic>dan tetap mempertahankan posisi tubuh bagian atas tetap lurus. Gerakan dilakukan 2 set dengan repetisi 5-8 kali gerakan serta durasi interval waktu 10 detik setiap gerakan dan waktu istirahat setiap set nya 2 menit.</p>
      <p id="paragraph-66d72adb67676c86cc620c8063ce1eb7">2. Perlakuan Kelompok CRS</p>
      <p id="_paragraph-28">Metode <italic id="_italic-236">Contract</italic><italic id="_italic-237">Relax</italic><italic id="_italic-238">Stretching</italic>ini dilakukan dengan waktu total latihan selama ±10 menit selama 4 minggu. Metode dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo setiap 3 kali seminggu. Posisi mahasiswa tidur terlentang di bed dan pastikan mahasiswa Merasa nyaman dalam posisi ini. Jelaskan prosedur, tujuan, dan efek peregangan kontraksi-relaksasi. Posisi terapis ada di sebelah mahasiswa, posisi mahasiswa relax. Mahasiswa tidur terlentang, kemudian diminta untuk menggerakkan kaki keatas (straigt leg raising), dengan fleksi hip 0° -70°. Lalu untuk dosis yang diberikan sebagai berikut. Gerakan lutut fleksi, tetapi tetap dipegang oleh terapis sehingga tidak ada gerakan fleksi lutut selama 7-15 detik, dan minta mahasiswa</p>
      <p id="_paragraph-29">melakukan inspirasi. Kemudian datang relaksasi 2-3 detik yang benar-benar disadari oleh mahasiswa, sambil menghembuskan napas untuk waktu yang lama. Terapis melanjutkan latihan, meregangkan otot hamstring selama 10-15 detik. Setelah istirahat selama 20 detik, ulangi tindakan 3-5 kali.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-bb0cada8ba8d8a7b111439f0cb126daa">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-30">Hasil data yang didapati karakteristik subjek penelitian. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2 berikut ini</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN BERDASARKAN JENIS KELAMIN</title>
          <p id="_paragraph-32" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f9b0ce8a31248122500fde865d1ea4be">
              <td id="table-cell-edd3356c614ed8f1de52445c3ddf2aac">Jenis Kelamin</td>
              <td id="table-cell-ab52510c6c3aae15bdd8cd1740d0279e" colspan="2">Kelompok Perlakuan I</td>
              <td id="table-cell-493b88c4d75ea25a458365254c3fba63" colspan="2">Kelompok Perlakuan II</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e6cb28e1e05ce86506b77aa3b4406f2c">
              <td id="table-cell-cfc5b9a3e0a27e6a6be0903f027267b4">Jumlah</td>
              <td id="table-cell-f9740c30552c044ba490504e43656b5d">%</td>
              <td id="table-cell-8c468587c7de3aa63ed4a642f60da063">Jumlah</td>
              <td id="table-cell-e4bda3c877817dfcbef243425d0b7baf">%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d962345cc3eb9d80b39bb2630369e5c6">
              <td id="table-cell-72d884809541cb5d7be22bc318a7fceb">Laki – Laki</td>
              <td id="table-cell-25c7a3929a698e275039cfcca566a560">5</td>
              <td id="table-cell-7b57257f51af0eb24c500a4ce1f1978d">19,6%</td>
              <td id="table-cell-f5a5e648ccb8811de6a137f431d18a05">7</td>
              <td id="table-cell-aa1d1f00f9822290b68f607b0854592f">26,6%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ba5efcf340b8c13d247585141161b3e0">
              <td id="table-cell-420c59bf5990069ed486d504ad4c033b">Perempuan</td>
              <td id="table-cell-e025b8c79808d36d315705b1c0560ccd">8</td>
              <td id="table-cell-9f184750bb993f7efeed3e140ab8415a">30,4%</td>
              <td id="table-cell-822399f8289ccaaf1a67e0d2aeaf5a5d">6</td>
              <td id="table-cell-f6138954389cb384b138c4007a9fb30b">23,4%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-98ddfbf37b1db639375cb5c5889fa809">
              <td id="table-cell-e21f23bd363c008507b6ebbc7c97db61">Jumlah</td>
              <td id="table-cell-b6d4c4e360ceb78486247b5495cede20">13</td>
              <td id="table-cell-13201c9083027c839f9f15d5a06d64e3">50%</td>
              <td id="table-cell-cd59561f09457e68cd80a3756058390c">13</td>
              <td id="table-cell-28cbd0972a4f08a750740633fce13b15">50%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-33">Terlihat dari kelompok NHE jumlah perempuan sebanyak 8 orang, dan pada kelompok CRS jumlah laki-laki sebanyak 7 orang.</p>
      <fig id="figure-panel-163655e4904d230ee8d32f0a8f328590">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN BERDASARKAN UMUR</title>
          <p id="paragraph-51cf56ab31a07e8a7050e82a2dcd06b4" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-8b4603845ab6c3043d8ccda1783ff689" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1571 jims g1.PNG" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-35">Berdasarkan table 3.2 menunjukkan bahwa frekuensi usia masing-masingkelompok terdiri dari 13 orang umur 19- 24 tahun. Pada kedua kelompok umur terbanyak adalah pada kategori <italic id="_italic-239">range</italic>20 tahun</p>
      <p id="_paragraph-36">a. Uji Normalitas dan Homogenitas Data</p>
      <p id="_paragraph-37">Untuk menentukan uji statistik yang akan digunakan maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dari hasil tes sebelum dan setelah perlakuan. Uji normalitas dengan menggunakan <italic id="_italic-240">Saphiro-Wilk</italic><italic id="_italic-241">test</italic>. Kemudian untuk mengetahui adanya kesamaan varian maka dilakukan pengujian homogenitas menggunakan <italic id="_italic-242">levene test</italic>. Hasil uji statistik tersebut dapat dilihat pada tabel 4.3</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>UJI NORMALITAS DAN HOMOGENITAS DATA</title>
          <p id="_paragraph-39" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-6844daa51bf7e19d50f5beee325953b7">
              <td id="table-cell-d48bde483978ff113dadb257c451299a">Jenis Kelamin</td>
              <td id="table-cell-bba5ea89a5f848c6d101eaa4feb0b9af" colspan="2">Saphiro-Wilk Test</td>
              <td id="table-cell-f3e2791c0f9c96e0bb276f0871546f96" colspan="2">Levene test</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-73641e108284a6626804f4439b904036">
              <td id="table-cell-e5b6d0f217a91b619f987b80ba7014d4" />
              <td id="table-cell-b5f4f0600106c4a8270272d39b9e49ec">Pre test</td>
              <td id="table-cell-a7115009d455fc3688950c863834fd7b">Post test</td>
              <td id="table-cell-1c07705dfe24353f3eac3fb0e0cac6ed">Selisih</td>
              <td id="table-cell-841376932f4cf107a8ead5d9dcc1e95f" />
            </tr>
            <tr id="table-row-d282a421211138e0ac7c0ce6023d00b0">
              <td id="table-cell-e0ca251e2350ac3b3dff173913bd640e">AKE TEST</td>
              <td id="table-cell-f17b31003edbeb67c4c0690ca9612fa5" />
              <td id="table-cell-50195181dba658398aa2c6729af464dc" />
              <td id="table-cell-6eb3386294d919a390f0959aaf7c9ec1" />
              <td id="table-cell-612607bf27e42bbb755340b41cd5bfa6">p-value</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4bad5f65e4163de219e93191b48727aa">
              <td id="table-cell-b638f1011da6982bae8d996b498994ec" />
              <td id="table-cell-0c299771c06cbf3663e8a87c83519a49">p-value</td>
              <td id="table-cell-4381096a8ff0fbe543b691fcdadb6fc0">p-value</td>
              <td id="table-cell-de8e8c064cb2a94155f069393140aee6">p-value</td>
              <td id="table-cell-5b52049acde9aec14d7bf1d1bc79cfe1" />
            </tr>
            <tr id="table-row-949aef2091ec4ad2103dbbcccc76e6bf">
              <td id="table-cell-62c683181d2a6e21e2ca32de4afb8b06" rowspan="2">Nordic Hamstring Exercise</td>
              <td id="table-cell-a1c2b74fc75324c0b4a97b223b870815">0,827</td>
              <td id="table-cell-d2b03d6481d97392f57795f336036351">0,615</td>
              <td id="table-cell-30fa339a10f6435c785c73b48551ffee">0,116</td>
              <td id="table-cell-e7ab7913245ee4de42676a31fc3f7227" />
            </tr>
            <tr id="table-row-235b0b4264ead1fa02aebbbf7205ef43">
              <td id="table-cell-e9a15e0b88976c726b9bd34efd18e416" />
              <td id="table-cell-ded1622f3d45267c31b186bfb775b6f1" />
              <td id="table-cell-e02c822809f87e1e00ffd7c9bcb4a827" />
              <td id="table-cell-7fa69dc8daf7139395ab44e8e71b8b37">0,071</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ebc216955d90b06190040493889a4af6">
              <td id="table-cell-9d39660fd43c79287af700b6043793ac">Contract Relax Stretching</td>
              <td id="table-cell-1f68fc14d0752422e8c0d5e4fdbdc9bf">0,744</td>
              <td id="table-cell-a8618a626792f307e83bd2131632b325">0,651</td>
              <td id="table-cell-d0ba9d9f757c4c3121968ed90a7f6962">0,099</td>
              <td id="table-cell-ba04bcce71c40420536b314ad47a470f" />
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-40">Hasil uji homogenitas data (<italic id="_italic-259">levene test</italic>) skor <italic id="_italic-260">AKE Test </italic>menunjukkan bahwa pada kedua kelompok sebelum perlakuan didapatkan nilai <italic id="_italic-261">p=</italic>0,071 (<italic id="_italic-262">p</italic>&gt;0,05). Hasil data kedua kelompok menunjukkan (<italic id="_italic-263">p</italic>&gt;0,05) yang berarti data berdistribusi homogen.</p>
      <p id="_paragraph-41">Sedangkan dari hasil uji normalitas data (<italic id="_italic-264">Saphiro-Wilk</italic><italic id="_italic-265">test</italic>) sebelum dan setelah perlakuan pada tabel 3.3 menunjukkan bahwa dari uji tersebut pada kedua kelompok memiliki nilai <italic id="_italic-266">p</italic>&gt;0,05 yang berarti data <italic id="_italic-267">kedua kelompok</italic>sebelum dan setelah perlakuan berdistribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-42">Pada kelompok I dan II didapatkan data <italic id="_italic-268">mean </italic>selisih skor kelompok I <italic id="_italic-269">Nordic Hamstring Exercise = </italic>0,116 dan selisih skor kelompok II <italic id="_italic-270">Contract</italic><italic id="_italic-271">Relax</italic><italic id="_italic-272">Stretching</italic><italic id="_italic-273">=</italic>0,099 (<italic id="_italic-274">p</italic>&lt;0,05).</p>
      <p id="_paragraph-43">Efek <italic id="_italic-275">Nordic</italic> <italic id="_italic-276">Hamstric</italic> <italic id="_italic-277">Exercise</italic> (NHE) Terhadap Fleksibilitas otot hamstring</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>NILAI <italic id="_italic-278">AKE </italic><italic id="_italic-279">T</italic><italic id="_italic-280">EST </italic>SEBELUM DAN SETELAH PERLAKUAN PADA KELOMPOK I</title>
          <p id="_paragraph-45" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-4f87a30374a3edb46eba90cfb09b107b">
              <td id="table-cell-4b3b00bc2dd38d3b12d77b437f30301f" rowspan="2">Mean ± SDKelompok Perlakuan I</td>
              <td id="table-cell-a62736190410811a6b3afd3ca8cc6d94">p-value</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3cb60ba1b7d91ae9098292f0be8a17b6">
              <td id="table-cell-403ac45cd8a0ec086172c4ec3e04cf0c">AKE Test</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fba0b74dd804985ad9bff6b2b45844a9">
              <td id="table-cell-76494fbd4791e0934a1a8c92f95bfb3b">Pre-test</td>
              <td id="table-cell-cd1ff3629e233058c041bf445264e21e">42,69 ± 6,957</td>
              <td id="table-cell-e41a673f7e3ad80ca3d6246ae425be1a">0,001</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-26f7c6728489629452821a6d60cfff09">
              <td id="table-cell-8779778feb2fba8a6fa34961ed7e5d21">Post-test</td>
              <td id="table-cell-3d163dfdc8baea082e57fe12c3c29c4a">20,77 ± 7,316</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-46">Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa metode <italic id="_italic-287">Nordic</italic><italic id="_italic-288">Hamstring</italic><italic id="_italic-289">Exercise</italic>dapat meningkatkan fleksibilitas</p>
      <p id="_paragraph-47"><italic id="_italic-290">hamstring</italic>pada mahasiswa.</p>
      <p id="_paragraph-48">Efek <italic id="_italic-291">Contract</italic> <italic id="_italic-292">Relax</italic> <italic id="_italic-293">Stretch </italic>(CRS) Terhadap Fleksibilitas otot hamstring</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>NILAI <italic id="_italic-294">AKE </italic><italic id="_italic-295">T</italic><italic id="_italic-296">EST </italic>SEBELUM DAN SETELAH PADA KELOMPOK II</title>
          <p id="_paragraph-50" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f5409a9dcdbf907757f57a015ebcc274">
              <td id="table-cell-0b21f77f00d9a23d3028a0f8cb3164d1">AKE Test</td>
              <td id="table-cell-05b51a1b527a23c724f21131a504dcd1">Mean ± SDKelompok Perlakuan II</td>
              <td id="table-cell-d8b9936d0adccd14e9bf0688f39466a5">Paired Sample t test p-value</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9889be0705b61ddbeecd0f91a7fa9f95">
              <td id="table-cell-453a1d2d6c5cf1876ed727875eb5901e">Pre-test</td>
              <td id="table-cell-2778c4e27c09b17a277cfc03bed8cc24">43,85 ± 10,637</td>
              <td id="table-cell-e18787908739f49a51324f1c4a7f93b0">0,001</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3287219ae8c09b9cacbbd0fa3817ee99">
              <td id="table-cell-e80e2021b0c9b21464ab324826d5e4b6">Post-test</td>
              <td id="table-cell-e927294e08631ec853135d272a066b86">32,31 ± 10,919</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-51">Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa metode <italic id="_italic-306">Contract</italic><italic id="_italic-307">Relax</italic><italic id="_italic-308">Stretching</italic>dapat meningkatkan fleksibilitas <italic id="_italic-309">hamstring </italic>pada mahasiswa.</p>
      <p id="paragraph-39168053ff6b9c4e2e5bddc946571752">Perbandingan terapi NHE dan terapi CRS terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring</p>
      <p id="_paragraph-53">Untuk mengetahui perbandingan perlakuan NHE dan CRS terhadap fleksibilitas hamstring, dilakukan pengujian dengan menggunakan independent sample t-test. pada Tabel 3.6 sebagai berikut :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>RERATA PERBANDINGAN  SETELAH PERLAKUAN  DAN SELISIH PENURUNAN SKOR <italic id="_italic-310">AKE </italic><italic id="_italic-311">T</italic><italic id="_italic-312">EST </italic>PADA KELOMPOK I DAN K ELOMPOK II</title>
          <p id="_paragraph-56" />
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-1a903d3ed600d095094ab536454c5baf">
              <td id="table-cell-dbaf889532a727921dfaf5ac4ad154b3">AKE Test</td>
              <td id="table-cell-bd5d11405770063f5b01028bb9b57797">Kelompok IMean ± SD</td>
              <td id="table-cell-ae27b5fdfee4e20b71036ac2c55bd234">Kelompok IIMean± SD</td>
              <td id="table-cell-a00098115b20b93258f9ed0e83f70fc6">p-value</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6e7040def1909e614d8956a167ca3403">
              <td id="table-cell-69caf721b2e1e079ee59f0f3cec0af38">Post</td>
              <td id="table-cell-886575b10223303823b57e8ca5b33ec8">20,77 ± 7,316</td>
              <td id="table-cell-36b3bce01964f3f6d052a2d46841f83c">32,31 ± 10,919</td>
              <td id="table-cell-dfa76dec8e70987c645bb1ddfa3d7fc6">0,004</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-57">Dan dari hasil uji analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektifitas pada kedua kelompok terhadap peningkatan fleksibilitas otot <italic id="_italic-318">hamstring </italic>pada mahasiswa. Maka penelitian ini sesuai hipotesis, dimana ada perbedaan efektivitas antara latihan metode <italic id="_italic-319">Nordic</italic><italic id="_italic-320">Hamstring</italic><italic id="_italic-321">Exercise</italic>dengan <italic id="_italic-322">Contract</italic><italic id="_italic-323">Relax</italic><italic id="_italic-324">Stretching</italic>dalam</p>
      <p id="_paragraph-58">meningkatkan fleksibilitas otot <italic id="_italic-325">hamstring</italic>pada mahasiswa. Hasil rerata menunjukkan <italic id="_italic-326">Nordic</italic><italic id="_italic-327">Hamstring</italic><italic id="_italic-328">Exercise</italic></p>
      <p id="_paragraph-59">lebih efektif meningkatkan fleksibilitas otot <italic id="_italic-329">hamstring</italic>dibandingkan <italic id="_italic-330">Contract</italic><italic id="_italic-331">Relax</italic><italic id="_italic-332">Stretching</italic>pada mahasiswa.</p>
      <p id="paragraph-780720c0138f925f04a72195aca7ca7d">a. Uji Hipotesis Perlakuan 1</p>
      <p id="_paragraph-60">Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian sebelumnya dari Ferdian, (2016) dengan judul ‘<italic id="_italic-333">Efektifitas</italic><italic id="_italic-334">Antara Nordic Hamstring Exercise Dengan Prone Hang Exercise Terhadap Ekstensibilitas Tightness Hamstring’</italic>yaitu Nilai pengukuran panjang hamstring 9 orang pada kelompok perlakuan I adalah -2,63 ± 2,00 sebelum perlakuan dan 8,38 ± 1,51 setelah perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa latihan hamstring Nordic efektif dalam meningkatkan daya regang dengan adanya hamstring yang tightness. Dalam penelitian lainnya yang didukung oleh Rahmanto (2020) berjudul <italic id="_italic-335">Perbandingan</italic><italic id="_italic-336">pengaruh</italic><italic id="_italic-337">latihan</italic><italic id="_italic-338">nordic</italic><italic id="_italic-339">hamstring</italic><italic id="_italic-340">dan</italic><italic id="_italic-341">static</italic><italic id="_italic-342">stretching</italic><italic id="_italic-343">terhadap</italic><italic id="_italic-344">kelincahan pemain basket Charis National Academy </italic>yaitu pada hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai significant 0,03 yang artinya nilai significant t kurang dari nilai <italic id="_italic-345">p </italic>yaitu 0,05 sehingga Ho ditolak dimana terdapat pengaruh pemberian intervensi <italic id="_italic-346">nordic</italic><italic id="_italic-347">hamstring</italic>terhadap kelincahan pemain basket <italic id="_italic-348">Charis National</italic><italic id="_italic-349">Academy</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-61">Pada latihan Nordic hamstring, peregangan otot dapat dilakukan dengan baik, karena hamstring diregangkan sedikit lebih lama dan tidak akan ditahan oleh otot antagonis yaitu quadriceps, sehingga meningkatkan hamstring. Fleksibilitas, meningkatkan kelenturan hamstring. rentang gerak sendi. Dengan bertambahnya kekuatan dan kelenturan hamstring tentunya akan menunjang kelincahan itu sendiri, mengingat peran yang dimainkan oleh hamstring dalam gerakan tubuh bagian bawah. [16].</p>
      <p id="paragraph-6f731e4f51574d81188563e4391c9383">b. Uji Hipotesis Perlakuan 2</p>
      <p id="_paragraph-62">Hasil diatas didukung dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wismanto (2011) yang berjudul <italic id="_italic-350">Pelatihan</italic><italic id="_italic-351">Metode</italic><italic id="_italic-352">Active</italic><italic id="_italic-353">Isolated</italic><italic id="_italic-354">Stretching</italic><italic id="_italic-355">Lebih</italic><italic id="_italic-356">Efektif</italic><italic id="_italic-357">Daripada</italic><italic id="_italic-358">Contract</italic><italic id="_italic-359">Relax</italic><italic id="_italic-360">Stretching</italic><italic id="_italic-361">Dalam</italic><italic id="_italic-362">Meningkatkan</italic><italic id="_italic-363">Fleksibilitas</italic><italic id="_italic-364">Otot</italic><italic id="_italic-365">Hamstring</italic>membuktikan bahwa dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan <italic id="_italic-366">Paired Sample t- test</italic>, maka didapatkan hasil sebelum perlakuan 26.32 ± 3,82, dan setelah perlakuan 30,47 ± 2,73, dan nilai <italic id="_italic-367">p</italic>= 0,000 dimana <italic id="_italic-368">p </italic>&lt; α (0,05) yang berarti bahwa: Ada pengaruh yang bermakna dengan metode <italic id="_italic-369">Contract</italic><italic id="_italic-370">Relax</italic><italic id="_italic-371">Stretching</italic>dalam meningkatkan fleksibilitas otot <italic id="_italic-372">hamstring</italic>. Penelitian lainnya yang dilakukan Junaidi, (2017) yang berjudul ‘<italic id="_italic-373">Pelatihan Long Sitting Hand Up Exercise Lebih Baik Dibandingkan</italic><italic id="_italic-374">Pelatihan Contract Relax Stretching Untuk Meningkatkan Fleksibilitas Muscle Hamstring Tightness’ </italic>yaitu hasil sebelum perlakuan 21,52 ± 2,66, dan setelah perlakuan 32,69 ± 3,25, dan nilai <italic id="_italic-375">p </italic>= 0,000 dimana <italic id="_italic-376">p </italic>&lt; α (0,05) yang berarti bahwa <italic id="_italic-377">contract</italic><italic id="_italic-378">relax</italic><italic id="_italic-379">stretching</italic>dapat meningkatkan fleksibilitas <italic id="_italic-380">muscle</italic><italic id="_italic-381">hamstring</italic><italic id="_italic-382">tightness</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-63">Metode <italic id="_italic-383">Contract Relax Stretching </italic>diaplikasikan untuk memperbaiki elastisitas atau fleksibilitas jaringan kontraktil sehingga dapat meningkatkan <italic id="_italic-384">range of motion</italic>, serta efektif memperbaiki <italic id="_italic-385">stability </italic>bagian medial dan <italic id="_italic-386">lateral muscle hamstring</italic>, dan membantu merileksasikan <italic id="_italic-387">muscle </italic>selama <italic id="_italic-388">stretching </italic>karena dapat meningkatkan aliran darah dan mengulur <italic id="_italic-389">muscle </italic>serta memindahkan secara mekanis <italic id="_italic-390">as lactat </italic>dan zat sisa hasil metabolisme lainnya sehingga <italic id="_italic-391">muscle </italic>menjadi lebih relax dan meningkatkan fleksibilitas [17].</p>
      <p id="paragraph-3a09ecc2b25d717193d26176d41a6ed2">c. Uji Hipotesis Perlakuan 3</p>
      <p id="_paragraph-64">Hasil penelitian ini didukung oleh Dwidhya, (2019) dimana penelitian terhadap 18 remaja dengan rentang usia 16-18 tahun yang membandingkan <italic id="_italic-392">Perbedaan Efektivitas Nordic Hamstring Exercise Dengan Contract Relax</italic><italic id="_italic-393">Stretching Dalam Meningkatkan Fleksibilitas Hamstring Pada Remaja </italic>mebuktikan bahwa <italic id="_italic-394">Nordic Hamstring</italic><italic id="_italic-395">Exercise</italic>lebih berpengaruh dibandingkan <italic id="_italic-396">Contract</italic><italic id="_italic-397">Relax</italic><italic id="_italic-398">Stretching</italic>dalam meningkatkan fleksibilitas otot</p>
      <p id="_paragraph-65"><italic id="_italic-399">hamstring </italic>pada remaja. Dimana nilai mean dan standart deviasi sesudah intervensi kelompok perlakuan 1 yaitu 172,33±2,784, sedangkan pada kelompok perlakuan 2 yaitu 163,11±2,759.</p>
      <p id="_paragraph-66">Namun hasil penelitian ini lebih fungsional dibandingkan pada masa remaja dikarenakan pada penurunan fleksibilitas diusia mahasiswa yang cenderung memiliki aktivitas yang terbatas akibat dari perilaku sedentary dalam menempuh pendidikan lebih berpengaruh tinggi.</p>
      <p id="_paragraph-67">Perbedaan antara latihan dengan metode <italic id="_italic-400">Nordic Hamstring Exercise </italic>dan <italic id="_italic-401">Contract Relax Stretching </italic>adalah pada mekanisme kerjanya. Pada <italic id="_italic-402">Nordic Hamstring Exercise </italic>Kontraksi yang lebih besar dari sistem kardiovaskular (yaitu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah arteri) selama latihan eksentrik (latihan hamstring Nordik) karena beban berat selama latihan eksentrik yang membutuhkan ritme selama latihan pernapasan intensitas tinggi. [18]. Sedangkan pada latihan <italic id="_italic-403">Contract Relax Stretching </italic>Adanya kontraksi isometrik dalam intervensi kontraksi- peregangan akan membantu menggerakkan reseptor regangan dari spindel otot untuk segera menyesuaikan panjang otot maksimal. Dalam kontraksi isometrik ini, volume sekuncup jantung menurun, dan diafragma menekan organ dalam dan pembuluh darah di dalamnya, sehingga menekan aliran darah keluar dari organ dalam. Inspirasi maksimal pasca isometrik mengaktifkan unit motorik maksimal di semua otot kerjanya sama-sama [19].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-beab8d2bb238ea41aca8ceedc0699dcc">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-68">Berdasarkan hasil analisis data intervensi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa latihan dengan metode <italic id="_italic-404">Nordic</italic><italic id="_italic-405">Hamstring Exercise </italic>dapat meningkatkan fleksibilitas <italic id="_italic-406">hamstring </italic>pada mahasiswa, <italic id="_italic-407">Contract Relax Stretching </italic>dapat meningkatkan fleksibilitas <italic id="_italic-408">hamstring</italic>pada mahasiswa, serta <italic id="_italic-409">Nordic</italic><italic id="_italic-410">Hamstring Exercise</italic>lebih efektif daripada <italic id="_italic-411">Contract</italic><italic id="_italic-412">Relax</italic><italic id="_italic-413">Stretching</italic>dalam meningkatkan fleksibilitas <italic id="_italic-414">hamstring</italic>pada mahasiswa.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>