<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Overcoming Stress on Psychology Study Program Students at the University of Muhammadiyah Sidoarjo who are Compiling Thesis during the Covid-19 Pandemic</article-title>
        <subtitle>Mengatasi Stres pada Mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang Sedang Menyusun Skripsi di Masa Pandemi Covid-19</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-d6a9ce0f913e7e5da960f1748d1d183f" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Khotimah</surname>
            <given-names>Isnaini Khusnul</given-names>
          </name>
          <email>isnainikh29@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-7ae509d6bf0064e72726717efd666b72" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Paryontri</surname>
            <given-names>Ramon Ananda</given-names>
          </name>
          <email>ramon.ananda@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-15">
          <day>15</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="_heading-2">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="paragraph-2db58c073251cca48c793e388f47ba03">Adanya pandemi <italic id="_italic-34">Covid-19</italic> ini tentunya secara tidak langsung membawa perubahan secara mendadak pada para mahasiswa khususnya mahasiswa yang sedang menjalakan proses penyusunan skripsi. Pandemi <italic id="_italic-35">Covid-19</italic> menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi oleh sebagian besar mahasiswa khususnya mahasiswa yang sedang dalam proses penyusunan skripsi, salah satu kendalanya seperti kemunduran waktu kelulusan mahasiswa sehingga penundaan ujian akhir [1]. Keadaan seperti ini bisa membawa pengaruh bagi kondisi mahasiswa, khususnya kondisi psikologis mahasiswa [2].</p>
      <p id="paragraph-e79804b53cb23654b6871a2bf65ebb90">Menurut pendapat Robert S Feldman [3] <italic id="_italic-36">stress</italic> merupakan suatu bentuk kondisi akibat adanya kondisi yang mampu membuat individu merasakan adanya ancaman yang membahayakan dirinya kemudian individu tersebut merespon peristiwa tersebut pada level fisiologis, emosional, kognitif dan perilaku.</p>
      <p id="paragraph-4486722edfbcfaf33c881468c88a4740">Prof. Dr. Zakiah Daradjat dalam Muslim [4] mengatakan bahwa adanya frustasi yang dialami oleh mahasiswa dalam proses pengerjakan tugas akhir khususnya di masa pandemi <italic id="_italic-37">Covid-19</italic>yang mengaharuskan mahasiswa melakukan <italic id="_italic-38">social distancing</italic>, sehingga proses penelitian harus tertunda/ terhambat bahkan sampai mengganti topik penelitian, sehingga hal ini memicu timbulnya <italic id="_italic-39">stress</italic> pada mahasiswa akhir.</p>
      <p id="paragraph-0893741330f7157d4af3b52210eb87f8">Kondisi tersebut tentunya perlu sebuah tindakan untuk mengatasi permasalahan atau permasalahan penyebab <italic id="_italic-40">stress</italic> ini, agar nantinya tidak menimbulkan dampak yang berkepanjangan [5]. Penggunaan strategi <italic id="_italic-41">coping</italic> sebagai upaya, baik secara mental maupun perilaku, untuk menguasai, mentoleransi, mengurangi suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. <italic id="_italic-42">Coping Stress </italic>merupakan sebuah bentuk tindakan/ metode/ cara yang dilakukan oleh seorang individu untuk meminimalisir dampak dari kondisi <italic id="_italic-43">stress</italic>, yang kemudian individu tersebut mampu menerapkan sebuah upayah berupa strategi berupa perilaku dan strategi psikologis [6].</p>
      <p id="paragraph-addbcbf06a8b24a10ccc07dec41c79c9">Menurut Folkman dan Lazarus [7] terdapat dua jenis bentuk strategi <italic id="_italic-44">Coping Stress </italic>yang dapat dilakukan, yaitu; (1) <italic id="_italic-45">Problem Focused </italic><italic id="_italic-46">Coping</italic>yaitu suatu bentuk strategi untuk menghilangkan, meminimalisir atau mengubah <italic id="_italic-47">stress</italic>or itu sendiri atau mengurangi dampaknya melalui tindakan secara langsung, dan (2) <italic id="_italic-48">Emotional Focused </italic><italic id="_italic-49">Coping</italic>suatu bentuk strategi yang melibatkan seseorang untuk mengubah cara bereaksi/ merespon terhadap <italic id="_italic-50">stress</italic>or, biasanya cenderung lebih menekankan pada usaha-usaha untuk menurunkan atau mengurangi emosi negatif yang dirasakan ketika menghadapi masalahnya.</p>
      <p id="paragraph-15836a56e21f4ed7d48b6a707724b62e">Penggunaan <italic id="_italic-51">coping</italic><italic id="_italic-52"> stress </italic>dapat dikatakan juga sebagai sebuah tradisi mengubah kondisi individu berupa kecemasan dan kelelahan berlebihan pada saat menyusun skripsi, menjadi sebuah bentuk kegiatan yang dapat digunakan sebagai wadah menyalurkan potensi, kecerdasan dan kesadaran diri sehingga individu cenderung memiliki pandangan terkait penyelesaian skripsi dengan tepat waktu [8]. Penggunaan <italic id="_italic-53">coping</italic> dengan baik dan tepat dilakukan mahasiswa sebagai upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kondisi atau munculnya permasalahan yang terjadi sehingga proses atau aktivitas yang dilakukan saat ini tidak mengalami kendala [9], selain itu pentingnya memperhatikan beberapa faktor dan kondisi diri individu supaya penggunaan <italic id="_italic-54">coping</italic> tersebut bisa semakin efektif [10].</p>
      <p id="paragraph-e12959f67dae2b18c7dcdad0d47365eb">Berdasarkan pemaparan penjelasan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai <italic id="_italic-55">Coping Stress </italic>Mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang sedang Menyusun Skripsi di Masa Pandemi <italic id="_italic-56">Covid-19</italic>, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi <italic id="_italic-57">coping</italic><italic id="_italic-58"> stress </italic>yang dilakukan oleh Mahasiswa pada saat menyusun skripsi dimana pandemi <italic id="_italic-59">covid-19</italic><italic id="_italic-60">.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="_heading-3">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="paragraph-26686affa6bdde2de388cdefbc0613f6">Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi, yaitu sebuah metode penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu, hal ini dijelaskan oleh Cresswell [11], selain itu penelitian ini cenderung berfokus pada pengalaman yang pernah dialami subjek secara langsung secara lebih mendalam. Penelitian ini melibatkan tiga orang mahasiswa aktif program studi psikologi yang sedang menyusun skripsi dimasa pandemi <italic id="_italic-61">covid-19 </italic>dengan menggunakan teknik sampling <italic id="_italic-62">purposive </italic>[12] yaitu sebuah teknik yang menentukan sampel menggunakan karakteristik atau kriteria tertentu yang sesuai dengan penelitian yang diangkat, melalui proses observasi dan wawancara. Teknik pengambilan data dengan menggunakan metode wawancara dengan jenis semi struktur dan observasi [12] dan proses pengambilan data dilakukan di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan kediaman subjek. Kemudian Teknik pengecekan keabsahan data penelitian dengan kredibilitas, dependabilitas, dan juga konfirmabel . Pada penelitian ini teknik analisa data menggunakan analisis model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman [13] yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.</p>
    </sec>
    <sec id="_heading-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="paragraph-af2eb8034f729388b5c91d8ea130863a">Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek I permasalahan yang menonjol disebabkan oleh faktor lingkungan khususnya keluarga, kemudian didukung oleh kondisi psikologis yang membuatnya mengalami permasalahan sehingga ia mengalami tekanan yang cukup berat, orang tua yang diharapkan sebagai tempat pulang nyatanya belum bisa memenuhi kebutuhan yang subjek I rasakan, hal ini memicu subjek mengalami penurunan dalam proses pengerjaan skripsi. Selanjutnya pada subjek II permasalahan yang menonjol terjadi karena faktor lingkungan juga namun hal ini dikarena metode pembelajaran dan juga tekanan adanya tuntutan ekonomi membuatnya mengalami permasalahan, sehingga hal ini menimbulkan adanya permasalahan psikologis seperti adanya kejenuhan dan menurunya pemahaman dalam proses penyusunan skripsi yang dikarenakan kurang efektifnya media konsultasi terhadap dosen pembimbing. Hal ini memicu timbulnya perilaku negatif yang membahayakan kesehatan subjek. Terakhir subjek III permasalahan yang menonjol juga dikarenakan faktor tekanan dari kedua orangtua dan tuntutan keinginan untuk segera menikah, dalam proses penyusunan permasalahan yang terjadi cenderung tidak terlalu berat dibandingkan dengan subjek I dan II, meskipun demikian tuntutan dari kedua orangtua dan keinginan menikah membuatnya menjadi lebih ambisi dibanding biasanya, ketika hal-hal tersebut belum bisa dipenuhi sesuai dengan keinginannya maka ia akan mengalami kondisi yang kurang nyaman baginya seperti munculnya perasaan putus asa, menurunnya kesehatan, kurang percaya diri.</p>
      <p id="paragraph-5f95da42fd86e438ab4c45da94f0cc0d">Berdasarkan penjelasan diatas ada beberapa macam bentuk stressor yang menjadi penyebab terjadinya mahasiswa mengalami berbagai bentuk permasalahan dan membuat ketiga subjek mengalami stres pada saat menyusun skripsi, hal sejalan dengan pendapat seorang peneliti yaitu potter dan perri [14], beliau menjelaskan bahwa stressor yang dialami subjek berasal dari internal dan eksternal, yang apabila tidak segera ditangani maka akan menimbulkan hal-hal yang tida diinginkan seperti permasalahan, tekanan dan bahkan kondisi stress.</p>
      <p id="paragraph-dd1c6bdd72292f4e476df1e7181b9176">Adanya permasalahan tentunya ketiga subjek tersebut tidak hanya diam saja, contohnya pada subjek I melakukan strategi dengan <italic id="_italic-63">Problem Focus Coping </italic>mencari dukungan dari orang terdekat, karena jika meminta kedua orang tuanya ia tidak mendapatkan, kemudian menyelesaikan masalah secara langsung meskipun harus dengan <italic id="_italic-64">effort</italic> dalam memperbaiki mood yang kacau, selain itu menontrol diri dengan melakukan aktivitas positif yang mampu meminimalisir energi negatif yang ada dalam dirinya. Selain <italic id="_italic-65">problem focus</italic> subjek juga melakukan dengan metode <italic id="_italic-66">emotional focus</italic> seperti melakukan control emosi dengan <italic id="_italic-67">healing, </italic>menghadapi masalah karena menganggap masalah tersebut sebagai bentuk tantangan. Kemudian dari Subjek II dalam mengatasi kondisi <italic id="_italic-68">stress</italic> subjek melakukan <italic id="_italic-69">problem focus coping</italic> seperti menyelesaikan masalah secara langsung dengan mencari informasi lebih mendalam dan detail untuk memberikannya pemahaman, kemudian dukungan dari kedua orang tua, pasangan dan sahabat membuatnya semakin percaya untuk bisa bangkit dari keterpurukan, selain itu <italic id="_italic-70">emotional focus coping</italic> dengan melakukan kontrol diri dengan mengubah metode belajar berada dilingkup terbuka atau diluar ruangan yang tentunya membawa dampak positif berupa munculnya motivasi dan semangat baru, dan menjadikan permasalahan yang ada sebagai bentuk tantangan yang tentunya harus dilewati untuk menuju ke tahap yang lebih baik, dan yang terakhir dari subjek III dia cenderung menonjolkan strategi <italic id="_italic-71">emotional focus coping</italic> berupa kontrol diri dengan melakukan tidur sejenak untuk mengistirahatkan pikiran dan energi negatif yang bisa menghambat cara berfikir, pemilihan penyelesaian masalah, selain itu ia merupakan sosok orang yang tertutup hanya mencari dukungan dari keluarga, calon suami yang lebih dominan dan ia percayai bisa membuatnya merasa membaik.</p>
      <p id="paragraph-94636f051d5f2bd32e449dd012c7800f">Berdasarkan penjelasan ketiga subjek bisa dilihat bahwa subjek I dan II memiliki kecenderungan melakukan strategi <italic id="_italic-72">coping</italic> dengan jenis <italic id="_italic-73">Problem Fokus </italic><italic id="_italic-74">Coping</italic>yang berfokus dalam mencari dukungan orang sekitar untuk bisa membuat dirinya menjadi lebih baik, penjelasan diatas didukung dengan adanya pendapat dari Hanifah et all [15] bahwa penggunaan dukungan berupa kata-kata penyemangan dan motivasi mampu membuat individu yang sedang mengalami stress bisa merasa lebih baik, sama halnya dengan pendapat dari Idris dan pandang [16] beliau juga mengatakan penggunaan metode strategi <italic id="_italic-75">coping</italic> ini sarankan karena dapat membantu dalam mengatasi permasalahan ketika menyusun skripsi.</p>
      <p id="paragraph-fbc297ae09b3af6abfd83df0fc6b472c">Kemudian penggunaan strategi <italic id="_italic-76">coping</italic> dalam bentuk emotional focus coping juga dilakukan ketiga subjek, yang berfokus pada pengontrolan emosi, dengan melakukan berbagai kegiatan seperti <italic id="_italic-77">resfresing, healing,</italic> bermain dengan teman, melakukan perubahan metode belajar bersama, atau <italic id="_italic-78">outdor</italic> yang membuat mereka bisa meminimalisir energi negatif yang bila tidak diatasi akan membuatnya terganggu. Berbeda dengan subjek III ia cenderung tidur untuk meminimalisir energi negatif yang ia alami karena adanya permasalahan dan tekanan yang terjadi, baginya hal ini sangat efektif untuk mengembalikan mood dan emosinya dan bisa melakukan aktivitas dengan baik dan <italic id="_italic-79">fresh. </italic>Penjelasan ini sejalan dengan pendapat Dewi dan Handadari [17] penggunaan metode <italic id="_italic-80">coping</italic> berfokus pada emosional mampu membuat individu bisa merasakan kelegaan tersendiri serta hal ini mampu membuat individu bisa berfikir lebih baik sehingga mampu menyelesaikan masalah</p>
      <p id="paragraph-b326599c1d6a32fb3f3cd46bf214f446">Berdasarkan pemaparan dari ketiga subjek tersebut, dapat diambil kesimpulan, bahwa setiap orang memiliki permasalahan pada saat menyusun skripsi, namun cara penangkapan permasalahan tersebut tentunya berbeda-beda, sama halnya dengan cara penyelesaianya, ada yang menggunakan hal sama tapi reaksi dalam dirinya berbeda, ada yang menggunakan strategi yang berbeda namun efeknya sama-sama bisa meminimalisir atau memberikan efek baik bagi dirinya. Penggunakan strategi bagi <italic id="_italic-81">problem</italic> atau pun <italic id="_italic-82">emotional focus </italic><italic id="_italic-83">coping</italic><italic id="_italic-84"> stress</italic> memiliki peranan sendiri bagi individu yang melakukan upaya dalam meminimalisir atau menghilangkan hal-hal negatif akibat adanya tekanan yang membuatnya merasa terancam, tidak nyaman sehingga memunculkan kondisi <italic id="_italic-85">stress</italic>, keduanya sama-sama mampu membantu dalam mengatasi permasalahan dengan efektif.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="paragraph-ac0d05ebba9cd4b159f5359b8b1339d8">Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai <italic id="_italic-86">Coping</italic> Stress Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Prodi Psikologi yang sedang menyusun skripsi dimasa pandemi <italic id="_italic-87">Covid-19</italic>, dengan ini diperoleh kesimpulan seperti ada beberapa permasalahan yang dihadapi mahasiswa yang diwakili oleh tiga orang subjek yang merupakan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, mereka mengatakan adanya perasaan cemas yang berlebihan, rasa takut, frustasi akibat merasa tidak sesuai dengan yang diharapkan, kurang percaya diri, sulitnya memahami penjelasan dosen pembimbing, kesulitan dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing, rasa putus asa karena melihat pencapaian orang lain, tuntutan/ tekanan orangtua dan keluarga, keterbatasan ekonomi dan kurangnya motivasi diri [18].</p>
      <p id="paragraph-3577ce7d4432d92c1b6a4ebd8cb512de">Strategi <italic id="_italic-88">coping</italic> baik <italic id="_italic-89">problem focus</italic> atau <italic id="_italic-90">emotional focus coping</italic> yang dilakukan oleh subjek yang sedang menyusun skripsi dalam menghadapi permasalahan serta tekanan sebagai tantangan yang harus dihadapi, selain itu mereka mencari dukungan baik secara emosional dan instrumental dari orangtua, kakak, saudara, pasangan bahkan teman dekat, selain itu melakukan penyelesaian secara langsung dengan menanyakan kembali ke pihak dosen pembimbing dan juga teman, dan juga melakukan perubahan pola belajar atau pola penyusunan dengan mencari suasana belajar baru dengan diluar rumah atau ditempat yang sejuk seperti kawasan pegunungan/ taman yang memberikan efek tenang dan damai, melakukan refreshing seperti jalan-jalan sejenak dan juga mengelolah emosi yang ada dalam diri sendiri seperti bisa melakukan meditasi atau yoga dipagi hari diruangan terbuka atau yang dianggap tenang dan membawa efek yang positif bagi diri sendiri.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="_paragraph-8">Terima kasih khususnya kepada Allah SWT yang telah memberikan kelancaran, kemudahan dan keberkahan dalam menyusun artikel ini, kemudian kedua orangtua yang selalu mendampingi selama berproses untuk menjadi lebih baik, terima kasih kepada berkah yang selalu dilimpahkan kepada penulis, sehingga mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan maksimal.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>