<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Hardiness Semester Student Endurance in Completing Thesis</article-title>
        <subtitle>Ketahanan Mahasiswa Semester Akhir dalam Menyelesaikan Skripsi</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-bc7857533018c058d7e3d62a97c5c412" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Akbar</surname>
            <given-names>Mohammad Rizalluddin</given-names>
          </name>
          <email>172030100007@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-276dd6620dc7c064c4903faea8fd463e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Dian</surname>
            <given-names>Ririn Dewanti</given-names>
          </name>
          <email>ririndewanti@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-14">
          <day>14</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-3d045b86585601f944b2ceba53a9aba4">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Seiring zaman yang terus berkembang dan meningkat pesat sehingga tidak dapat diprediksi, menjadikan kebutuhan juga meningkat, potensi sumber daya manusia (SDM) terus meningkat, hal itu juga diiringi dengan kebutuhan pendidikan, kemampuan, pengetahuan dan latar belakang yang ada.</p>
      <p id="_paragraph-12">Dalam tahap taman kanak-kanak (TK) hingga memasuki perguruan tinggi, pendidikan telah melalui berbagai tahapan. Menurut UU RI No. 12/2012 pasal 1 menyebutkan bahwa tingkat pembelajaran yang paling signifikan, khususnya di Indonesia, adalah di perguruan tinggi. Saat ini, perguruan tinggi menunjukkan bidang yang berbeda dalam setiap penelitian mereka, yang dapat dipilih dan kemudian dapat dengan mudah dijangkau oleh masyarakat umum .</p>
      <p id="_paragraph-13">“Mahasiswa Semester akhir adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan teori di setiap materi perkuliahan dan sedang menyelesaikan skripsi atau tugas terakhirnya [1]. Skripsi adalah syarat dalam mendapatkan pendidikan tinggi dalam empat tahun atau lebih demi gelar sarjana bagi mahasiswa [2]. Menurut Santrock, Mahasiswa pada usia ini, selain beban menyelesaikan tugas akhir atau skripsi, mahasiswa pada usia ini secara tidak langsung akan mulai memikirkani masa depannya, hal ini dapat membuat mereka merasa frustasi akibat beban hidup yang menuntut mereka untuk berpikir lebih matang [3].”</p>
      <p id="_paragraph-14">Setiap perguruan tinggi memiliki aturan dan pedoman bagi mahasiswa yang harus mengikuti langkah pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya (seperti mengambil mata kuliah wajib), dan dapat mengambil mata kuliah yang berbeda sesuai dengan persyaratan keputusan mahasiswa tersebut. Mahasiswa harus terlibat dalam pekerjaan ilmiah, yaitu skripsi yang diperlukan untuk kelulusan dan gelar sarjana [4].</p>
      <p id="_paragraph-15">Menurut Amilia, banyak variabel yang menghambat mahasiswa dalam menyelesaikan teorinya, termasuk penentuan topik, kebingungan tentang dari mana harus memulai, dan lingkungan tidak mendukung dalam pengerjaan skripsi. Salah satu beban kerja mahasiswa adalah persiapan skripsi. Saat mempersiapkan skripsi, mahasiswa sering mengalami pusing kepala, menjadi tegang dileher dan tendon sehingga mudah merasa pusing atau merasa berat[5].</p>
      <p id="_paragraph-16">Saat menyusun skripsi, mahasiswa sering mengeluh bahwa untuk situasi ini membuat urat leher dan kepala menjadi tegang, sehingga mudah terasa goyah atau terasa berat di kepala. Masalah lainnya adalah bahwa mahasiswa sulit tertidur dimalam hari atau terkantuk-kantuk di pagi hari, dan tidak bisa bangun pagi, hal ini membuat mahasiswa menjadi lemah dan kurang sehat. Dan dapat dikatakan bahwa mahasiswa di atas mengalami stres saat mempersiapkan skripsi [6].</p>
      <p id="_paragraph-17">Rumiani menunjukkan bahwa tekanan mahasiswa bervariasi dalam stresornya, stresor untuk mahasiswa dapat berupa uang, tanggung jawab, tes dan hubungan dengan teman, tugas sebagian besar mengalami masalah yang membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk beralih ke tugas lain [7]. Menurut Amilia, skripsi sering kali terlewat, dan hanya ditulis ulang ketika suasana hati mereka sedang membaik. Menurut Brevinda, tekanan belajar yang diderita mahasiswa akan terus berlanjut hingga menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh mahasiswa, sehingga rentan sakit [8].</p>
      <p id="_paragraph-18">Menurut Kobasa <italic id="_italic-49">hardiness</italic> merupakan ciri kepribadian yang dimiliki seseorang ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan oleh individu dalam menghadapi keadaan <italic id="_italic-50">stress. </italic>Menurut Kobasa orang dengan <italic id="_italic-51">hardiness</italic> tinggi memiliki rangkaian pola sikap yang membuat dirinya lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih stabil dalam menghadapi stres, serta mengurangi dampak negatif yang dihadapinya. Kobasa percaya bahwa kepribadian <italic id="_italic-52">hardiness</italic> adalah kecenderungan untuk melihat atau mengamati peristiwa kehidupan, peristiwa ini dapat membuat orang lain tidak terancam [9].</p>
      <p id="_paragraph-19"><italic id="_italic-53">Hardiness</italic> merupakan bagian dari model sikap dan strategi. Kedua sikap tersebut memudahkan untuk mengubah keadaan stres. Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk mempelajari suatu ilmu dan kemampuan dengan bekerja keras untuk mengubahnya menjadi keuntungan untuk mereka [10]. Pada sikap <italic id="_italic-54">Hardiness</italic> atau <italic id="_italic-55">Hardy Attitude </italic>memiliki tiga komponen memiliki tiga bagian yang umumnya disinggung sebagai tiga C, yaitu komitmen ini biasanya dapat diartikan sebagai kepercayaan pada kelangsungan hidup dan terhubung dengan apa yang terjadi. Bertahan terkait dalam keadaan saat ini. Kemudian tantangan pada saat itu ujian atau pandangan pada perubahan dari yang tidak menyenangkan atau menyedihkan sebagai kesempatan untuk berkembang menjadi bijaksana terhadap sesuatu yang ilmiah dan dapat dipelajari kemudian mencoba mengubahnya menjadi manfaat. Selanjutnya, Kontrol, sesuatu yang ditujukan dari keyakinan atau kepercayaan untuk berusaha terus merubah dari situasi buruk yang menekan dan mengancam menjadi kesempatan mengubah celah untuk berkembang dan tumbuh..</p>
      <p id="_paragraph-20">Individu yang telah meningkatkan pola sikap <italic id="_italic-56">hardiness</italic> juga perlu diajarkan tentang <italic id="_italic-57">Hardy Strategy</italic> yang merupakan pola perilaku dapat membantu meningkatkan <italic id="_italic-58">Hardy Attitude</italic>. Terdapat tiga komponen <italic id="_italic-59">Hardy Strategy</italic> menurut Maddi, yaitu strategi pemecahan masalah yaitu agar lebih spesifik dalam penyelesaian masalah, cara membedakan titik-titik sulit dan memecah upaya yang harus dilakukan untuk menciptakan jawaban dari permasalahan. Kemudian perlu adanya membangun interaksi sosial sehingga individu dapat mendiskusikan sesuatu yang dapat membuat ia tertekan dari orang lain dan mampu untuk menyelesaikan masalahnya. Kemudian, perawatan diriusaha individu menjaga fungsi pada biologis tubuh mampun kesehatan psikologis agar individu tidak mengalami hambatan pada perkembangannya dan dapat menjalani hidup lebih lama.</p>
      <p id="_paragraph-21">Faktor yang mempengaruhi <italic id="_italic-60">hardiness</italic> adalah dukungan sosial dari lingkungan serta bagaimana pola asuh orang tua. Pola asuh dan dukungan mentor dari orang terdekat (<italic id="_italic-61">significant others</italic>) yang mendukung individu dalam <italic id="_italic-62">coping</italic> pemecahan masalahnya, menciptakan interaksi sosial yang <italic id="_italic-63">suportif</italic> serta perawatan diri yang menguntungkan, dapat meningkatkan pola sikap <italic id="_italic-64">hardy</italic> dalam diri individu.</p>
      <p id="_paragraph-22">Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang diajukan adalah “Bagaimana gambaran <italic id="_italic-65">hardiness </italic>pada mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun akademik 2020-2021 dan Faktor apa saja yang mempengaruhi <italic id="_italic-66">hardiness</italic> pada mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun akademik 2020-2021”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran <italic id="_italic-67">hardiness </italic>pada mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun akademik 2020-2021 dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi <italic id="_italic-68">hardiness</italic> pada mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun akademik 2020-2021</p>
    </sec>
    <sec id="heading-134284d8bf738c05068a27a25ab636b3">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-24">Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Variabel penelitian ini adalah <italic id="_italic-69">Hardiness</italic>. yang mencakup aspek pola sikap <italic id="_italic-70">hardiness</italic> yang meliputi kontrol, komitmen, tantangan dan juga meliputi aspek strategi <italic id="_italic-71">hardiness</italic> meliputi strategi pemecahan masalah, interaksi sosial dan perawatan diri<italic id="_italic-72">.</italic> Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester akhir Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun akademik 2020-2021 yang berjumlah 1152 orang. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan tabel <italic id="_italic-73">Kretjie </italic>dan<italic id="_italic-74"> Morgam</italic> sehingga jumlah sampelnya adalah 293 siswa. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah <italic id="_italic-75">incidental sampling</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-25">Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala psikologi model skala <italic id="_italic-76">likert </italic>yaitu skala <italic id="_italic-77">hardiness</italic><italic id="_italic-78">.</italic>Menurut Anshori &amp; Iswati, skala <italic id="_italic-79">likert</italic> dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan kesan individu atau kumpulan individu tentang fenomena sosial [11]. Penyusunan skala <italic id="_italic-80">hardiness</italic> yang disusun oleh penulis. Skala <italic id="_italic-81">hardiness</italic> disusun oleh Salvatore Maddi berdasarkan teori <italic id="_italic-82">hardiness</italic><italic id="_italic-83">.</italic> Skala <italic id="_italic-84">hardiness</italic> terdiri dari 26 aitem. Dari hasil uji validitas aitem skala <italic id="_italic-85">hardiness</italic> terdapat 24 aitem yang dinyatakan valid dan 2 aitem yang dinyatakan tidak valid Validitas pada skala <italic id="_italic-86">hardiness</italic> bergerak dari angka 0,387 – 0,754, sedangkan berdasarkan uji reliabilitas <italic id="_italic-87">Alpha Cronbach</italic> pada skala <italic id="_italic-88">hardiness</italic> diperoleh koefisien sebesar 0,930.</p>
      <p id="_paragraph-26">Susunan skala <italic id="_italic-89">hardiness</italic> berdasarkan skala yang dikembangkan dari teori <italic id="_italic-90">hardiness</italic> oleh Salvatore Maddi. Skala terdiri dari 6 aspek. Pada dimensi sikap <italic id="_italic-91">hardiness</italic> terdapat 3 aitem, aspek tantangan, aspek kontrol dan, aspek komitmen. Pada dimensi strategi <italic id="_italic-92">hardiness</italic> terdapat 3 aitem, aspek strategi pemecahan masalah, aspek perawatan diri, aspek interaksi sosial. Skala <italic id="_italic-93">hardiness</italic>terdiri dari 26 aitem. Dari hasil uji validitas skala <italic id="_italic-94">hardiness</italic> terdapat 24 aitem yang dinyatakan valid dan 2 aitem yang dinyatakan tidak valid. Validitas pada skala <italic id="_italic-95">hardiness</italic> bergerak dari angka 0,387 – 0,754. Sedangkan berdasarkan uji reliabilitas <italic id="_italic-96">Alpha Cronbach</italic> pada skala <italic id="_italic-97">hardiness</italic><italic id="_italic-98">,</italic> diperoleh nilai koefisien sebesar 0,930. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kolerasi <italic id="_italic-99">Product Moment</italic> dari Pearson dengan bantuan program SPSS 25,0 <italic id="_italic-100">for windows</italic>.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-eb2fe0b51714707f3ce9b812e8b431fd">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-007f25fe79a3982f6fa615df9feac20a">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-28">Hasil yang didapatkan oleh peneliti mengenai skala <italic id="_italic-101">hardiness</italic> yang telah dihitung menggunakan skor hipotetik,<italic id="_italic-102"> Mean </italic>dan<italic id="_italic-103"> standart deviasi</italic> (σ). Berdasarkan perhitungan mean hipotetik dan standar deviasi, peneliti membuat norma kategorisasi pada <italic id="_italic-104">hardiness</italic> untuk memperoleh gambaran <italic id="_italic-105">hardiness </italic>berikut ini.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Kategori Skor Hardiness</title>
            <p id="_paragraph-30" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-b2720e2cb023cda54e8f0385f2ecba44">
                <td id="table-cell-4cd9690602096cfa89d640ac0aa33a68">Kategorisasi</td>
                <td id="table-cell-a7df18fc229cee694d541eabce729a32">Norma</td>
                <td id="table-cell-35f7eebf14231bd8cb94a4de1bd1fd63">Skor</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-36e85a12a5430eccb7cf9891066e63b0">
                <td id="table-cell-8877898b73f2339f3d1a923c71aead8a">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-248531e95f469480d0ec743cb5d4d56f">X ≥ (µ + 1 x σ)</td>
                <td id="table-cell-a9b3a40e4fa856fcec7832d4b8c8dcb9">≥ 72</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-19725cf36233bf2ec30feab906092bd5">
                <td id="table-cell-debbaa9739150fd119104eb3ddadb9af">Sedang</td>
                <td id="table-cell-254729498b6b35f45e609b24ba2e8ea7">(µ – 1 x σ) ≥ X &lt; (µ + 1 x σ)</td>
                <td id="table-cell-6cfdc5f288de947082da17a485dcb334">49 s/d 72</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-645bda7a0cbdcd9d8d448a2057dd7ee4">
                <td id="table-cell-6895f55de2356fa95ec8cb5540656149">Rendah</td>
                <td id="table-cell-b7c6359f7d9759f08df51a588a84e8e0">X &lt; (µ – 1 x σ)</td>
                <td id="table-cell-9ca86bfc842b423fafce2e12bad812ea">&lt; 48</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-31" />
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Frekuensi Tingkat Hardiness</title>
            <p id="_paragraph-32" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-d0ea54d08a73cce3b9386af9a9e4b19c">
                <td id="table-cell-d3b5b4b9599b8fd569409d6a1e760eba" colspan="2" />
                <td id="table-cell-c117525297ccd9a35a0d9a25d63242bb">Frequency</td>
                <td id="table-cell-c39c0518c1b89ac1b29426629d02310f">Percent</td>
                <td id="table-cell-0a8d3932e24def85c7d874b840c3242f">Valid Percent</td>
                <td id="table-cell-3c45ab45dc9ddde7ac8a2c57a4e77649">Cumulative Percent</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ea815d332f3859121208c0232139f3bb">
                <td id="table-cell-3c091e03baa157646c59b56463b09862" rowspan="4">Valid</td>
                <td id="table-cell-3655e5338eeab68adf8d13d55b3d7c94">Rendah</td>
                <td id="table-cell-42660f4dbcb07594b69b3999c6e20799">83</td>
                <td id="table-cell-09309359698ffa7c9bdbbe200219a4f4">28,3</td>
                <td id="table-cell-f17d92638d170270a4a38f90121fb57e">28,3</td>
                <td id="table-cell-336c7256945fa84b22fc6cc1f76ddd67">28,3</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2d499d8dd1908f41dc0a677c7146e067">
                <td id="table-cell-59cfe1453c466c0464020cddb735b33c">Sedang</td>
                <td id="table-cell-335e14f3de33f6141b701b0c004a5802">141</td>
                <td id="table-cell-affd1275ac1a8d31a69befb3c04c9065">48,1</td>
                <td id="table-cell-721f9ea60210ee460ed66b61e6902ca4">48,1</td>
                <td id="table-cell-6261cc2424823aec52a7c2b398169e74">76,5</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-87952b6deec76e723cf4a3ef5089d9bf">
                <td id="table-cell-b2c2dd655c49bacaadf871e8451ef822">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-eca6372836a6f913ea7f4af7d3e08a3b">69</td>
                <td id="table-cell-21e03480c68c7d12610f79dbf4b3d46a">23,5</td>
                <td id="table-cell-c4cfa745152660cdf69c02f7b1bea2b3">23,5</td>
                <td id="table-cell-20033e83109f82d6ae313cc9892d8d37">100,0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2929b39a7610e30131af71f361645f54">
                <td id="table-cell-f6421a09f94c68f74b2f0e90c3dec0e8">Total</td>
                <td id="table-cell-dff6091c7bf00ac0d4bcafc3f6c6e1ea">293</td>
                <td id="table-cell-889ce88d783b6a46961de222d253a103">100,0</td>
                <td id="table-cell-427af0eb0c2434587e100004acc99bcd">100,0</td>
                <td id="table-cell-fd4d6b08456fdd2eedea149eadb714ba" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-33">Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa mahasiswa akhir dengan skor &lt; 48 yaitu sebanyak 83 orang memiliki nilai <italic id="_italic-108">hardiness</italic> rendah (28,3 %), dan mahasiswa yang dengan skor 49 – 72 sebanyak 141 orang memiliki nilai <italic id="_italic-109">hardiness</italic> sedang (48,1 %) dan mahasiswa yang dengan skor &gt; 73 sebanyak 69 orang memiliki nilai <italic id="_italic-110">hardiness</italic> tinggi (23,5 %). Maka dapat disimpulkan <italic id="_italic-111">hardine</italic><italic id="_italic-112">s</italic><italic id="_italic-113">s</italic> pada mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun akademik 2020-2021 memiliki tingkat <italic id="_italic-114">hardiness</italic> sedang.</p>
        <fig id="figure-panel-674cb9f0bb49f0d0b66fc910fa1f223c">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Tingkat Hardiness</title>
            <p id="paragraph-9f84fae9f4b0f45d635bba6bc5050127" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-4d43b8f65467631a42f871ae2d893e10" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1537 jims G1.png" />
        </fig>
        <fig id="figure-panel-f32ea233b9c4cb431f7f49565d2f1d40">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Hardiness Berdasarkan Jenis Kelamin</title>
            <p id="paragraph-aab064f50494ca4b126447c3dcb60a0f" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-341d2157b5b5de45864be4c6d03618de" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1537 Jims G2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-36">Berdasarkan diagram dapat diketahui <italic id="_italic-117">hardiness</italic> mahasiswa semester akhir sebanyak 293 mahasiswa dengan responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 117 responden dan perempuan sebanyak 176 responden, bahwa responden laki-laki memiliki <italic id="_italic-118">hardiness</italic> tinggi sebanyak 27 (23,1%), <italic id="_italic-119">hardiness</italic> dengan kategori sedang sebanyak 42 (44,4%), dan <italic id="_italic-120">hardiness</italic> dengan kategori rendah sebanyak 38 (32,5%). Sedangkan responden perempuan memiliki <italic id="_italic-121">hardiness</italic> tinggi sebanyak 43 (23,9%), <italic id="_italic-122">hardiness</italic> dengan kategori sedang sebanyak 89 (50,6%), dan <italic id="_italic-123">hardiness</italic> dengan kategori rendah sebanyak 45 (25,6%).</p>
        <fig id="figure-panel-2d7a2957d43cd01fd2f8996febf0c754">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Hardiness Berdasarkan Tiap Fakultas</title>
            <p id="paragraph-9eaad132d22dde438bfcb7335f2258f3" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-4d29a3dbc19d9c5b0b8be5704037b00b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1537 jims G3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-38">Berdasarkan diagram dapat diketahui bahwa<italic id="_italic-125"> hardiness </italic>mahasiswa fakultas agama islam dengan skor &lt;48 yaitu sebanyak 6 mahasiswa memiliki nilai <italic id="_italic-126">hardiness </italic>(23,1%), dan dengan skor 49 – 72 sebanyak 15 mahasiswa memiliki nilai <italic id="_italic-127">hardiness</italic> sedang (57,7%) dan dengan skor &gt; 73 sebanyak 5 mahasiswa memiliki <italic id="_italic-128">hardiness</italic> tinggi (19%). Dapat diketahui bahwa<italic id="_italic-129"> hardiness </italic>mahasiswa fakultas sains dan teknologi dengan skor &lt;48 yaitu sebanyak 20 mahasiswa memiliki nilai <italic id="_italic-130">hardiness </italic>(33,9%), dan dengan skor 49 – 72 sebanyak 23 mahasiswa memiliki nilai <italic id="_italic-131">hardiness</italic> sedang (39%) dan dengan skor &gt; 73 sebanyak 16 mahasiswa memiliki <italic id="_italic-132">hardiness</italic> tinggi (27%). Dapat diketahui bahwa<italic id="_italic-133"> hardiness </italic>mahasiswa fakultas bisnis hukum dan sosial dengan skor &lt;48 yaitu sebanyak 28 mahasiswa memiliki nilai <italic id="_italic-134">hardiness </italic>(29,8%), dan dengan skor 49 – 72 sebanyak 48 mahasiswa memiliki nilai <italic id="_italic-135">hardiness</italic> sedang (26,3%) dan dengan skor &gt; 73 sebanyak 18 mahasiswa memiliki <italic id="_italic-136">hardiness</italic> tinggi (19%). Dapat diketahui bahwa<italic id="_italic-137"> hardiness </italic>mahasiswa fakultas psikologi dan ilmu pendidikan dengan skor &lt;48 yaitu sebanyak 30 mahasiswa memiliki nilai <italic id="_italic-138">hardiness </italic>(26,3%), dan dengan skor 49 – 72 sebanyak 55 mahasiswa memiliki nilai <italic id="_italic-139">hardiness</italic> sedang (48,2%) dan dengan skor &gt; 73 sebanyak 29 mahasiswa memiliki <italic id="_italic-140">hardiness</italic> tinggi (25%).</p>
        <fig id="figure-panel-404cdf0957337915729e3e7b223bb001">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-20"/>Kategori Faktor-faktor Hardiness</title>
            <p id="paragraph-d15abfdf4aeaef165473d6f233215abc" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-ca1632bd3f6be1ddcfd3a1aeff59ef15" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1537 jims G4.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-40">Berdasarkan faktor <italic id="_italic-142">hardiness</italic>, dukungan sosial memiliki faktor <italic id="_italic-143">hardiness</italic> lebih tinggi dari 293 responden terdapat 174 responden yang memilih faktor tersebut dengan skor persentase 59%. Pola asuh orang tua memiliki faktor <italic id="_italic-144">hardiness</italic> lebih rendah, dari 293 responden terdapat 119 responden memilih faktor tersebut dengan memperoleh skor persentase 41%.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-664e2fadc200315c436c80d9ca4e6c85">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-41">Hasil penelitian menunjukkan bahwa <italic id="_italic-145">hardiness</italic> pada mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun akademik 2020-2021 sebagian besar dalam kategori sedang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa mahasiswa semester akhir yang memiliki <italic id="_italic-146">hardiness</italic> dalam kategori sedang mendapat persentase sebanyak 48,1%, mahasiswa semester akhir yang memiliki <italic id="_italic-147">hardiness</italic> dalam kategori rendah mendapat persentase 28,3 % dan mahasiswa semester akhir yang memiliki <italic id="_italic-148">hardiness</italic> dalam kategori rendah mendapat persentase 23,5%. Maka kesimpulan dari penelitian <italic id="_italic-149">hardiness</italic> pada mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun 2021 memiliki tingkat <italic id="_italic-150">hardiness</italic> sedang. Schultz &amp; Schultz, mengatakan bahwa <italic id="_italic-151">hardiness </italic>merupakan kepribadian yang menjelaskan perbedaan individual dalam kerentanan terhadap stres [12]. <italic id="_italic-152">Hardiness</italic> membuat mereka lebih kuat dalam menahan stres dan juga percaya bahwa mereka dapat mengontrol atau mempengaruhi kejadian-kejadian dalam hidup mereka, sehingga mereka dapat berkomitmen kuat pada pekerjaan dan aktivitas-aktivitas lain yang mereka senangi serta mengubah pandangan bahwa sesuatu yang mengancam dapat menjadi sebuah tantangan.</p>
        <p id="_paragraph-42">Jika ditinjau dari jenis kelamin, ada persamaan kategori antara mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki dengan mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan dimana pada hasil perhitungan tingkat <italic id="_italic-153">hardiness</italic> berada pada kategori sedang dengan persentase 44,4% pada mahasiswa laki-laki dan 50,6% pada mahasiswa perempuan.</p>
        <p id="_paragraph-43">Jika ditinjau dari tiap fakultas, ada persamaan kategori pada mahasiswa fakultas pendidikan agama islam 57,7%, fakultas sains dan teknologi 39%, fakultas bisnis dan sosial 51,1%, dan fakultas psikologi dan ilmu pendidikan 48,3% yang dimana pada hasil perhitungan tingkat <italic id="_italic-154">hardiness</italic> berada pada kategori sedang.</p>
        <p id="_paragraph-44">Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi <italic id="_italic-155">hardiness</italic> mahasiswa semester akhir Universitas Muhammadiyah Sidoarjo bahwa sebagian kecil responden memilih pola asuh orang tua dengan persentase 41% dan sebagian besar responden memilih dukungan sosial dengan persentase 59%. Menurut Febriyani, menyatakan karakter individu didapat karena jalannya komunikasi sosial, dan orang memperoleh secara bertahap melalui dukungan sosial [13]. Bissonette, demikian pula menentukan unsur-unsur yang dapat menyebabkan kepribadian <italic id="_italic-156">hardiness</italic> adalah dominasi keterlibatan. Menurut Susanto dan Kiswantomo, dukungan sosial dapat memberikan rasa nyaman, penerimaan, dan dicintai. Dukungan yang diberikan dapat berupa empati, kepedulian, penghargaan positif, dan dorongan semangat kepada seseorang. <italic id="_italic-157">Social support </italic>yang tinggi akan membantu seseorang terhindar dari dampak stres dalam situasi yang menekan. Menurut Maddi, Dukungan sosial, menjelaskan bahwa individu yang hidup di lingkungan yang penuh dengan pemberian bantuan, inspirasi, materi, kasih sayang dan informasi, maka pada saat itu mereka memiliki kualitas yang tinggi dalam kepribadian <italic id="_italic-158">hardiness</italic>[14].</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-b5581a19fb114898bb7b0c54f76929a5">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-46">Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka bisa dikatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan <italic id="_italic-159">hardiness </italic>pada mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun akademik 2020-2021 hampir separuhnya (48,1%) memiliki <italic id="_italic-160">hardiness</italic> dalam kategori sedang, sebagian kecil memiliki <italic id="_italic-161">hardiness </italic>rendah (28,3%), tetapi sebagian kecil masih ada yang memiliki <italic id="_italic-162">hardiness </italic>tinggi (23,5%) Berdasarkan jenis kelamin, mahasiswa perempuan memiliki <italic id="_italic-163">hardiness </italic>lebih banyak (50,6%) dibanding mahasiswa laki-laki (44,4%). Faktor yang mempengaruhi <italic id="_italic-164">hardiness </italic>lebih banyak adalah dukungan sosial (59%) daripada pola asuh orang tua (41%).Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan faktor dukungan sosial dalam penelitian berikutnya, serta diharapkan dengan adanya hasil penelitian perihal <italic id="_italic-165">hardiness </italic>pada mahasiswa akhir yang terlibat dapat dilakukan penelitian lanjutan yang menghubungkan dengan variabel lainnya.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>